Suara Bersama

Menhut Apresiasi Sinergi TNI-Polri Tangani Karhutla di Kalimantan

JAKARTA, suarabersama.com — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Sinergi lintas lembaga dinilai penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Operasi terpadu saat ini difokuskan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain Kementerian Kehutanan, penanganan melibatkan BNPB, BMKG, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, relawan, hingga pelaku usaha.

Raja Juli mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang ikut terlibat dalam operasi pemadaman maupun pengamanan di lapangan.

Data pemerintah menunjukkan jumlah hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut meningkat tajam pada 19 Agustus 2026. Tercatat 259 hotspot di Kalimantan Barat, 242 di Kalimantan Tengah, dan 17 di Kalimantan Selatan atau total 518 titik dalam satu hari.

Meski demikian, pemerintah menegaskan hotspot tidak otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Setiap titik tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan lokasi, penyebab, dan luas area yang terbakar.

Untuk memperkuat penanganan di darat, sedikitnya 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas. Mereka menjalankan patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga penyekatan area yang terbakar.

Pemerintah juga meningkatkan dukungan sarana pemadaman, termasuk pembangunan dan pengaktifan sumur bor di wilayah prioritas. Fasilitas tersebut diperlukan karena sumber air permukaan semakin terbatas selama musim kering, terutama untuk menjaga pembasahan lahan gambut agar api tidak kembali muncul.

Selain operasi darat, pemerintah terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Di Kalimantan Barat, OMC telah dilakukan pada 13–17 Agustus dengan sembilan sorti penerbangan. Sementara di Kalimantan Tengah, OMC berlangsung dalam dua periode dengan total 13 sorti penerbangan.

Raja Juli juga berkoordinasi dengan BNPB untuk menambah armada udara bagi operasi water bombing di Kalimantan Tengah. Namun, operasi udara tetap menyesuaikan kondisi asap, jarak pandang, cuaca, dan aspek keselamatan penerbangan.

Pemerintah memastikan penanganan karhutla tidak berhenti ketika operasi udara terkendala. Satuan tugas darat tetap bekerja melakukan pemadaman, pendinginan, patroli, dan pencegahan agar api tidak kembali meluas. Penegakan hukum juga disiapkan apabila ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker, serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kepulan asap. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − eleven =