Suara Bersama

Legislator Komisi I Minta Latihan Militer ke Calon Manajer Kopdes Disetop

Jakarta,Suarabersama.com – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau Kang TB menyerukan penghentian Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hal demikian dikatakan Kang TB saat menjawab pertanyaan awak media setelah bertambahnya korban meninggal dunia calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP saat mengikuti Latsarmil.

“Latihan militernya disetop,” kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (27/6).

Kang TB mengatakan calon manajer Kopdes Merah dan KNMP seharusnya diajarkan urusan substansi, yakni terkait kewirausahaan.

“Ya, sebagai entrepreneur di bidang koperasi, bukan sebagai penembak,” ujarnya.

Teranyar, seorang calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP atas nama Muhammad Rifki Renaldi meninggal dunia pada Jumat (26/6) ini.

Kabiro Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan Rifki meninggal saat ikut Latsarmil di Satuan Pendidikan (Satdik) Yon Parako 465 Jakarta.

Mulanya, kata dia, Rifki pada 25 Juni sempat mengeluh sesak napas dan tim medis satuan memberikan penanganan awal.

“Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, yang bersangkutan sempat kembali mengikuti aktivitas,” ucap Rico saat dikonfirmasi, Jumat.

Namun, kondisi kesehatan Rifki pada sore hari pada 25 Juni menurun, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa mendapatkan penanganan medis.

Berbagai upaya dan tindakan sudah dilakukan untuk menyelamatkan Rifki. Namun, pada 26 Juni pukul 00.28 WIB, tim dokter menyatakan bahwa korban meninggal dunia.

Rico mengatakan Rifki sebelum mengikuti telah melewati tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Termasuk, pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” ujar dia.

Sebelum Rifki, Kemhan menginformasikan tiga calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP meninggal dunia saat ikut Latsarmil di tempat berbeda.

Tiga peserta yang meninggal dunia ialah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Novia Rahmadhani Sihotang.

Anisa meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan akibat mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.

Sementara itu, Yonanda meninggal dunia ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja pada 17 Juni 2026.

Selanjutnya, Kemhan kembali mengungkap seorang peserta program SPPI KNMP 2026 lainnya, yakni Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia pada Selasa (23/6) kemarin. 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =