Kemenkop Perkuat Koperasi Naik Kelas, Produk Lokal Dibuka Jalan Menuju Pasar Global

Kemenkop Perkuat Koperasi Naik Kelas, Produk Lokal Dibuka Jalan Menuju Pasar Global

Suarabersama– Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong koperasi Indonesia meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemenuhan standar mutu dan sertifikasi internasional bagi koperasi yang memiliki produk berkualitas.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan koperasi yang produknya telah memiliki kualitas baik perlu didorong untuk memenuhi berbagai persyaratan yang menjadi ketentuan pasar global. Pemerintah melalui Kemenkop akan memberikan pendampingan agar koperasi mampu memenuhi standar tersebut.

“Kami dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” ujar Farida dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Dengan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar internasional, koperasi diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk memperluas jaringan perdagangan ke berbagai negara.

Kemenkop mencatat terdapat 222.462 koperasi di Indonesia, dengan 30.817 di antaranya merupakan koperasi produsen. Besarnya jumlah tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, serta penguatan akses pasar.

Namun, pemerintah juga melihat masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan agar koperasi mampu berkembang lebih jauh. Berdasarkan pendataan dan pendampingan yang dilakukan di berbagai daerah, tantangan tersebut antara lain berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, pembiayaan, dan akses pasar.

Karena itu, penguatan koperasi dilakukan secara bertahap dan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Kemampuan mengelola usaha secara profesional, memenuhi standar produk, memperoleh pembiayaan, serta membangun jaringan pemasaran juga menjadi bagian penting dalam proses koperasi naik kelas.

Kemenkop turut membuka peluang bagi koperasi untuk mengenalkan produknya melalui forum dan pameran internasional. Salah satunya dengan menghadirkan koperasi binaan dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang berlangsung pada 3–5 September 2026.

Pameran internasional tersebut menjadi ruang bagi koperasi untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dengan calon konsumen dan pelaku usaha lainnya. Bagi koperasi yang sudah siap, forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas peluang pasar ekspor.

Sementara bagi koperasi yang belum siap melakukan ekspor, kegiatan internasional dapat menjadi sarana pembelajaran untuk memahami standar, karakteristik konsumen, dan kebutuhan pasar global.

Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem antarkoperasi. Koperasi yang telah berhasil memasuki pasar global dan menjadi eksportir diharapkan dapat membantu koperasi lainnya yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan ekspansi.

Menurut Farida, keberhasilan koperasi dalam menembus pasar internasional diharapkan dapat memberikan efek berantai sehingga semakin banyak koperasi yang memperoleh manfaat dari jaringan perdagangan global.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendorong koperasi untuk meningkatkan skala usaha, tetapi juga membangun jaringan yang memungkinkan koperasi saling memperkuat.

Melalui pendampingan, pemenuhan sertifikasi, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, serta pembukaan jejaring internasional, Kemenkop berupaya menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi koperasi untuk berkembang.

Jika langkah tersebut berjalan konsisten, semakin banyak produk koperasi berpotensi memiliki daya saing lebih kuat dan mampu menjangkau konsumen di luar negeri.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada koperasi untuk berkembang, meningkatkan nilai tambah produk, dan mengambil bagian dalam rantai perdagangan global.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =