Jakarta, suarabersama.com – Kementerian Koperasi menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Rabu (13/5/2026), guna mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Rakornas tersebut melibatkan kepala dinas koperasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
Menteri Koperasi Ferry Juleantono mengatakan pembangunan KDKMP saat ini telah mencapai 37.327 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 8.927 unit disebut telah rampung sepenuhnya, termasuk bangunan gerai, gudang, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Saya mengapresiasi seluruh kepala dinas koperasi karena berhasil menjalankan Instruksi Presiden terkait pembentukan badan hukum KDKMP,” ujar Ferry.
Pemerintah menargetkan tahap awal operasionalisasi akan dimulai pada 1.061 koperasi yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peresmian simbolis dijadwalkan berlangsung di Nganjuk, Jawa Timur.
Ferry menegaskan keberadaan koperasi tidak hanya sebatas bangunan atau legalitas, tetapi harus mampu menjalankan fungsi ekonomi secara nyata di masyarakat.
“Keberhasilan KDKMP bukan hanya soal badan hukum atau bangunan, tetapi harus bisa menjual kebutuhan pokok, menyerap hasil produksi warga, dan menyalurkan program pemerintah,” katanya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai payung hukum operasionalisasi koperasi desa tersebut. Regulasi itu mencakup model bisnis, rekrutmen sumber daya manusia, hingga sistem informasi manajemen.
Menurut Ferry, program KDKMP diharapkan menjadi tonggak baru pembangunan ekonomi kerakyatan. Jika target 83 ribu unit tercapai, Indonesia diproyeksikan memiliki jaringan koperasi desa terbesar di dunia.
“Keberadaan KDKMP diharapkan menjadi simpul ekonomi desa sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Rakornas turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, serta Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Krisdianto.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap kolaborasi pusat dan daerah mampu mengembalikan peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. (kls)



