JAYAWIJAYA, suarabersama.com – TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga orang petugas di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Kelompok tersebut menyebut penembakan dilakukan oleh pasukan Kodap III Ndugama Derakma yang berada di bawah pimpinan Egianus Kogoya. Dalam peristiwa itu, rombongan yang terdiri dari delapan orang diserang ketika berada di wilayah yang disebut sebagai zona konflik.
Tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Sementara lima anggota rombongan lainnya disebut berhasil menyelamatkan diri dan mencari perlindungan di Puskesmas Muliama.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari tekanan kelompok terhadap pihak yang dianggap tidak mendukung agenda kemerdekaan Papua.
TPNPB-OPM juga menyampaikan ancaman terhadap berbagai kelompok yang berada di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut tidak membedakan sasaran berdasarkan asal suku maupun kewarganegaraan.
Pernyataan tersebut disebut ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tertinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.
TPNPB juga mengaitkan kejadian di Muliama dengan insiden lain yang sebelumnya terjadi di Distrik Jila. Kelompok tersebut menyatakan aksi-aksi itu merupakan bagian dari rangkaian operasi yang mereka lakukan.
Klaim tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan masih memiliki risiko tinggi. Penanganan dan pengamanan di kawasan konflik membutuhkan kewaspadaan dari aparat maupun masyarakat. (kls)

