Suara Bersama

Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Kopdes, Diganti Pelatihan Bela Negara dan Manajerial

Jakarta, suarabersama.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebagai penggantinya, Kemhan menerapkan konsep baru bernama Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang lebih menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan pengelolaan organisasi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.

Menurut Rico, materi yang bersifat teknis dan taktis militer akan dikurangi secara signifikan. Bahkan, kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum pelatihan.

“Fokus pembelajaran diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Selain mengubah materi pelatihan, Kemhan juga memperketat aspek kesehatan peserta. Evaluasi dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengawasan medis, hingga penyesuaian intensitas aktivitas fisik sesuai kondisi masing-masing peserta.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan bahwa arahan Menhan menekankan pentingnya keselamatan peserta selama proses pendidikan.

Kemhan juga meminta satuan pelatih menyesuaikan porsi latihan dengan kemampuan fisik peserta serta memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat apabila terjadi gangguan kesehatan.

Di sisi lain, metode pembelajaran akan dibuat lebih adaptif dan edukatif dengan memperhatikan kondisi psikologis peserta. Materi pelatihan akan difokuskan pada pengembangan kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, serta membangun suasana belajar yang lebih positif.

Melalui perubahan tersebut, Kemhan berharap tujuan utama program tetap tercapai, yakni membentuk calon pengelola koperasi yang disiplin, berkarakter kuat, dan memiliki jiwa kepemimpinan tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 15 =