Suara Bersama

DPR RI ajak warga Kepri manfaatkan peluang ekonomi dari program MBG

Jakarta, Suarabersama.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengajak masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui suplai bahan baku untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia mencontohkan satu dapur SPPG dengan jumlah penerima manfaat 3.000 orang, membutuhkan sekitar 200-an potong ayam, sehingga memerlukan pasokan daging ayam yang luar biasa.

“Jadi, ini ajakan kepada masyarakat mari mulai memberdayakan diri, misalnya dengan beternak ayam petelur atau ayam potong guna mendukung rantai pasok MBG,” kata Wafiroh usai meninjau pembagian MBG kepada siswa SD Katolik di Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis.

Ia menyebutkan dari informasi yang diterima Komisi IX bahwa di Kepri masih kekurangan suplai bahan baku untuk dapur SPPG, sehingga sebagian harus didatangkan dari provinsi lain, seperti Pulau Sumatera hingga Kalimantan Barat.

Karena itu ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama seluruh pemangku kepentingan terkait gencar memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat di Kepri agar dapat ikut menyediakan bahan baku buat keperluan MBG.

“Selain beternak ayam, warga juga bisa bertani dengan menanam sayur untuk mendukung kebutuhan bahan MBG. Otomatis ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Lebih lanjut Wafiroh turut menyarankan penggunaan produk lokal Kepri untuk menu MBG, misalnya ikan dan udang yang dikenal melimpah di daerah kepulauan tersebut.

Menurut dia, tinggal bagaimana pemerintah membekali masyarakat maupun pelaku UMKM dengan keterampilan mengolah ikan menjadi menu hidangan MBG.

“Ikan bisa diolah jadi nugget hingga fillet tanpa duri,” kata Wafiroh.

Ia pun mendorong kerja sama antardaerah terkait suplai bahan baku MBG, misalnya Kepri yang kelebihan ikan dan udang, dapat mengirim ke daerah-daerah yang kekurangan produk perikanan tersebut.

Sebaliknya, Kepri bisa mendatangkan pasokan sayur-sayuran untuk MBG dari daerah surplus pertanian.

“Artinya, barter bahan baku MBG antardaerah. Ini menjadi peluang ekonomi bagi daerah dan masyarakat,” ujar dia.

Wafiroh menambahkan jika filosofi program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi, tapi juga mendongkrak perekonomian serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Berdasarkan data BGN, sampai saat ini total ada 544 ribu penerima manfaat MBG dari 233 SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.

Penerima manfaat terdiri dari peserta didik serta kelompok 3B yaitu anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =