Jakarta, Suarabersama.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Ia menegaskan kesiapan PBB untuk terus mendukung langkah lanjutan demi mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers. Ia menyampaikan bahwa Sekjen PBB memberikan perhatian serius terhadap perkembangan terbaru di wilayah konflik tersebut.
“Saya baru saja berbicara dengan Sekretaris Jenderal, yang mengatakan dengan jelas menyambut baik langkah-langkah yang akan mengakhiri permusuhan dan penderitaan di kedua sisi garis biru,” kata Dujarric selama konferensi pers.
Lebih lanjut, PBB menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif melalui berbagai misi politik dan perdamaian guna mendorong terciptanya stabilitas jangka panjang di kawasan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan ini mulai berlaku pada Kamis (16/4) malam sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih permanen.
Rencana lanjutan juga mencakup undangan dari Amerika Serikat kepada kedua pemimpin untuk melanjutkan dialog di Washington guna memperdalam proses negosiasi.
Namun demikian, kondisi di lapangan masih menunjukkan tantangan serius. Dujarric mengungkapkan adanya kerusakan infrastruktur vital di wilayah selatan Lebanon yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Serangan hari ini di Jembatan Qasmiya, yang merupakan jalur penting menuju Tyre melintasi Sungai Litani, telah semakin memutus akses ke daerah-daerah di selatan sungai tersebut, dan hal itu berdampak pada lebih dari 106.000 orang karena hanya satu penyeberangan yang tersedia saat ini,” tambah Dujarric.
Laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon menyebutkan bahwa serangan udara terjadi di lokasi tersebut, termasuk serangan drone yang mengakibatkan korban jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata telah disepakati, situasi keamanan di lapangan masih belum sepenuhnya stabil.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya peran komunitas internasional, termasuk PBB, dalam memastikan implementasi gencatan senjata berjalan efektif serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. (*)



