Jakarta, Suarabrsama.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat memanasnya konflik antara Israel, United States, dan Iran, sejumlah pengamat menilai ketegangan geopolitik tersebut berpotensi memicu konflik berskala lebih besar yang bahkan disebut-sebut dapat mengarah pada World War III. Situasi ini memunculkan pertanyaan penting di tingkat global mengenai negara mana saja yang dinilai paling aman apabila perang besar tersebut benar-benar terjadi.
Menanggapi isu tersebut, media Inggris Daily Mail merilis daftar negara yang dianggap paling aman jika konflik global meluas. Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator utama, seperti stabilitas geopolitik, sikap netral dalam hubungan internasional, serta posisi geografis yang relatif jauh dari pusat konflik militer dunia.
Dalam laporan tersebut, Indonesia masuk dalam daftar negara yang dinilai memiliki tingkat keamanan relatif tinggi. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis Indonesia serta kebijakan luar negeri yang mengedepankan prinsip netral dan aktif dalam menjaga hubungan internasional.
Indonesia Diakui sebagai Negara Netral dan Stabil
Menurut laporan Daily Mail, Indonesia termasuk dalam jajaran negara yang relatif aman karena sejak merdeka pada 1945 negara ini konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Kebijakan ini membuat Indonesia tidak terikat pada blok kekuatan politik atau militer tertentu, sekaligus menempatkan diplomasi dan perdamaian sebagai prioritas dalam hubungan global.
Pendekatan tersebut menjadi nilai penting di tengah potensi konflik global yang semakin meningkat. Selain itu, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau juga dinilai memberi keunggulan tersendiri dari sisi keamanan strategis, karena relatif sulit dijangkau oleh serangan militer skala besar secara langsung.
Daftar Negara yang Dinilai Aman Jika Perang Dunia III Terjadi
Selain Indonesia, sejumlah wilayah lain juga disebut sebagai lokasi yang relatif aman apabila konflik global meningkat. Di antaranya adalah Antarctica yang berada di ujung selatan bumi dan sangat terpencil sehingga kecil kemungkinan menjadi target konflik militer.
Negara lain seperti Bhutan dan Switzerland juga dikenal luas karena tradisi netralitas politiknya yang kuat serta kondisi geografis yang relatif aman. Sementara itu, negara kepulauan seperti Iceland dan Fiji dianggap memiliki keuntungan karena lokasinya jauh dari pusat konflik militer global.
Di kawasan Amerika Selatan, Argentina dan Chile juga disebut memiliki potensi bertahan lebih baik dalam kondisi pascaperang berkat ketersediaan sumber pangan dan kekuatan sektor pertanian. Selain itu, wilayah terpencil seperti Greenland dan Tuvalu dinilai kurang menarik sebagai target konflik karena jumlah penduduknya kecil serta letaknya yang jauh dari jalur strategis dunia.
Negara lain yang juga sering disebut sebagai lokasi aman adalah New Zealand. Negara ini dinilai memiliki perlindungan alami berupa pegunungan dan wilayah laut yang luas, sehingga memberikan pertahanan geografis alami.
Peringatan Risiko Konflik Global
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Sekretaris Jenderal United Nations, António Guterres, sebelumnya telah mengingatkan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu eskalasi global yang lebih luas. Dalam kondisi tersebut, berbagai negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak yang dapat muncul apabila konflik internasional berkembang menjadi perang berskala besar. (*)



