Suara Bersama

Iran Bidik Starlink, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

Jakarta, suarabersama.com – Pemerintah Iran menyatakan infrastruktur internet satelit Starlink milik Elon Musk sebagai salah satu target potensial serangan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Media pemerintah Iran melaporkan, layanan Starlink yang tersebar di sejumlah negara kawasan seperti Teluk menjadi perhatian khusus. Infografis yang dirilis kantor berita Fars menunjukkan keberadaan jaringan tersebut di beberapa negara Timur Tengah.

Di dalam negeri, penggunaan Starlink sendiri dilarang dan dapat berujung hukuman penjara hingga dua tahun. Meski demikian, sebagian warga Iran tetap memanfaatkan layanan itu untuk berkomunikasi saat terjadi pembatasan akses internet oleh pemerintah.

Ancaman ini tak berdiri sendiri. Sebelumnya, Garda Revolusi Iran juga menyatakan akan menargetkan sejumlah perusahaan teknologi asal AS sebagai bentuk balasan atas tewasnya sejumlah tokoh Iran dalam serangan yang dikaitkan dengan AS dan Israel.

Sejumlah raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, Apple, hingga Tesla disebut masuk dalam daftar potensi sasaran.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi bahkan memperingatkan karyawan perusahaan-perusahaan tersebut untuk meninggalkan tempat kerja demi keselamatan. Ancaman ini disebut akan berlaku mulai awal April waktu Teheran.

Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang disampaikan Presiden AS Donald Trump untuk meredakan konflik. Namun di sisi lain, Washington juga disebut siap meningkatkan tekanan terhadap Iran bersama Israel.

Ketegangan yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran baru, terutama terkait potensi meluasnya konflik ke sektor teknologi global dan infrastruktur digital lintas negara.  (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =