Jakarta,Suarabersama.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengumumkan bahwa penyaluran bantuan sosial reguler untuk kuartal pertama tahun ini sudah mencapai 90 persen dari total sasaran.
Bantuan yang mengucur deras itu mencakup dua program andalan pemerintah yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp20 triliun, menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Dari total penerima bansos reguler, perhatian khusus pemerintah tertuju pada 1,7 juta KPM yang juga menjadi penyintas bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Untuk wilayah ini, Kemensos mengalokasikan dana Rp1,8 triliun.
Bantuan ini diharapkan dapat menopang kebutuhan pokok para korban yang sedang berjuang memulihkan hidup pascabencana.
Salurkan juga Bansos Adaptif
Tidak hanya bansos reguler yang sifatnya rutin, Kemensos juga mengaktifkan mekanisme bansos adaptif atau kebencanaan di ketiga provinsi tersebut.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas dampak bencana yang melanda. Hingga dasarian kedua Februari 2026, realisasi penyaluran bansos adaptif telah mencapai Rp632,8 miliar.
Bantuan ini hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari logistik dan pendirian dapur umum, hingga santunan bagi korban yang meninggal dunia.
Jaminan Hidup dan Bantuan Pemulihan Ekonomi
Pemerintah juga memberikan jaminan hidup (jaminhidup) bagi para penyintas. Sebanyak 175.211 penerima manfaat mendapatkan Rp450 ribu per orang selama tiga bulan, dengan total nilai Rp238 miliar.
Proses penyalurannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan transfer rekening bank himpunan milik negara (Himbara), seperti Bank Syariah Indonesia.
Lebih jauh, Kemensos turut memperhatikan kebutuhan tempat tinggal para pengungsi. Bantuan isian rumah tangga senilai Rp3 juta per keluarga telah disalurkan kepada 47 ribu KPM. Total nilai bantuan untuk komponen ini mencapai lebih dari Rp143 miliar.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengungsi yang menempati hunian sementara, hunian tetap, maupun mereka yang mengungsi mandiri dengan sistem sewa.
Tak ketinggalan, pemerintah mengucurkan bantuan stimulus sosial ekonomi. Program ini menyasar 47 ribu keluarga dengan total anggaran Rp238 miliar.
Setiap rumah tangga penerima mendapatkan Rp5 juta yang diharapkan dapat menjadi modal untuk memulai kembali roda perekonomian mereka yang sempat terhenti akibat bencana.



