Suara Bersama

Klaim Presiden Papua Barat Memicu Perang Narasi di Internal Gerakan

Jakarta, suarabersama.com – Isu kepemimpinan dalam gerakan pro-kemerdekaan Papua kembali mengemuka setelah sejumlah tokoh menyampaikan klaim sebagai figur sentral atau “Presiden Papua Barat”. Momentum 1 Desember—yang kerap diperingati sebagai hari bersejarah oleh sebagian kelompok—menjadi salah satu titik munculnya deklarasi tersebut.

Nama Benny Wenda menjadi sorotan usai menyampaikan pernyataan melalui media sosial terkait posisinya sebagai Presiden Papua Barat. Benny dikenal sebagai Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan saat ini bermukim di Oxford, Inggris.

Namun, klaim tersebut tidak sepenuhnya diterima di internal gerakan. Sejumlah tokoh dan kelompok menyatakan keberatan, mencerminkan fragmentasi yang telah lama terjadi di tubuh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan organisasi turunannya.

Berikut sejumlah nama yang kerap disebut dalam pusaran klaim kepemimpinan:

1. Benny Wenda

Sebagai pimpinan ULMWP, Benny aktif menggalang dukungan internasional. Meski demikian, sebagian tokoh Papua menilai deklarasi sepihak tidak mencerminkan konsensus seluruh faksi. Kritik juga datang dari sejumlah elemen yang menganggap langkah tersebut lebih bersifat simbolik.

2. Victor Yeimo

Victor Yeimo dikenal sebagai tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Ia kerap dikaitkan dengan berbagai aksi demonstrasi politik di Papua. Namanya beberapa kali berhadapan dengan proses hukum, dan aktivitasnya menjadi bagian dari dinamika gerakan politik di tingkat akar rumput.

3. Jeffrey Bomanak

Jeffrey Bomanak disebut sebagai figur penting di struktur Organisasi Papua Merdeka-TPNPB. Ia dikabarkan beraktivitas dari luar negeri dan termasuk yang secara terbuka menolak kepemimpinan Benny Wenda dalam ULMWP. Bomanak menilai arah organisasi perlu kembali pada garis perjuangan awal.

4. Forkorus Yaboisembut

Forkorus Yaboisembut, mantan Ketua Dewan Adat Papua, pernah dideklarasikan sebagai Presiden dalam Kongres Rakyat Papua III pada 2011. Ia sempat menjalani proses hukum dan bebas pada 2014. Hingga kini, Forkorus tetap dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten menyuarakan aspirasi politik Papua melalui jalur adat dan forum-forum sipil. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 18 =