Suara Bersama

Influencer Terima Teror Usai Kritik Pemerintah, Istana Desak Polisi Lakukan Penyelidikan Menyeluruh

Jakarta, suarabersama.com – Istana Negara menyatakan keprihatinan atas dugaan teror yang dialami sejumlah influencer setelah menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah meminta Kepolisian Republik Indonesia mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan.

Prasetyo menekankan bahwa negara tidak mentoleransi segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun kekerasan terhadap warga negara, termasuk mereka yang aktif menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, kebebasan berekspresi merupakan bagian dari prinsip demokrasi yang dijamin, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab. “Pemerintah mendorong agar setiap laporan terkait teror atau ancaman ditindaklanjuti melalui proses hukum. Keamanan warga harus dilindungi, dan pelaku perlu diungkap,” ujar Prasetyo dalam pernyataannya yang disiarkan Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, kritik dan perbedaan pandangan seharusnya disampaikan melalui mekanisme komunikasi yang sehat dan telah tersedia, bukan melalui tindakan intimidatif. Prasetyo berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama dalam memperkuat kedewasaan berdemokrasi. Sebelumnya, influencer DJ Donny atau Ramond Dony Adam melaporkan dugaan teror ke Polda Metro Jaya pada Rabu (31/12/2025). Teror tersebut diduga dilakukan oleh orang tak dikenal dan menyasar kediamannya di Jakarta, tak lama setelah ia menyampaikan kritik terkait penanganan bencana.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Donny mengungkapkan bahwa ancaman yang diterimanya terjadi lebih dari satu kali. Ancaman pertama berupa paket berisi bangkai ayam tanpa kepala yang disertai pesan intimidatif agar ia menghentikan kritik di media sosial.

Ancaman berikutnya terjadi pada dini hari dalam bentuk pelemparan bom molotov ke sekitar rumahnya. Donny menilai tindakan tersebut sudah membahayakan keselamatan dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar, sehingga memilih menempuh jalur hukum. Ia berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengungkap pelaku di balik teror yang dialaminya. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 9 =