Suara Bersama

Maruli Simanjuntak Ungkap Respons Bencana di Sumatera Lebih Cepat Dibanding Lainnya

JAKARTA, Suarabersama — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan penanganan bencana banjir dan longsor besar yang melanda wilayah Sumatera — termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — berlangsung lebih cepat dan efektif dibanding respons bencana besar sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan Maruli dalam sebuah konferensi pers di posko terpadu di Jakarta, Senin siang.

Menurut Maruli, pengalaman puluhan tahun sebagai prajurit yang terlibat dalam upaya bantuan kemanusiaan membuatnya yakin bahwa penanganan kali ini menunjukkan respons yang sangat cepat. Ia menilai seluruh elemen pemerintah, TNI, serta aparat terkait berhasil mengerahkan sumber daya, logistik, dan infrastruktur dengan kecepatan luar biasa, sehingga dampak bencana dapat segera diatasi.

Salah satu indikator percepatan ini, lanjut Maruli, adalah kemampuan untuk membangun puluhan jembatan darurat tipe Bailey dalam waktu singkat. Hingga kini, sejumlah jembatan sudah selesai dipasang, sementara lebih banyak unit sedang dalam tahap pemasangan atau dalam perjalanan menuju lokasi terdampak. Selain itu, penyediaan air bersih, hunian sementara (huntara), dan fasilitas lain juga diberlakukan secara cepat sebagai respon darurat.

Maruli menjelaskan bahwa kecepatan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan langsung Presiden Republik Indonesia, yang memberikan instruksi tegas dan koordinasi yang jelas sejak awal respons bencana. Arahan langsung ini, menurut KSAD, mempercepat pengambilan keputusan dan eksekusi di lapangan sehingga respons keseluruhan berjalan lebih cepat dibanding bencana-bencana lainnya yang pernah ditangani.

Dalam perbandingannya, Maruli menyebut penanganan bencana di Sumatera kali ini lebih cepat dibanding pengalaman sebelumnya menghadapi berbagai bencana besar di Indonesia. Karena itu, ia merasa layak menyatakan bahwa pengalaman penanganan bencana di Sumatera merupakan salah satu respons tercepat sepanjang sejarah operasi bantuan kemanusiaan di tanah air.

Pernyataan ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana sinergi antara pemerintah pusat, militer, serta elemen masyarakat dapat menghasilkan respons yang tangkas dalam situasi krisis besar — meskipun tantangan medan, cuaca, dan logistik tetap menjadi hambatan yang harus diatasi secara terus menerus.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =