suarabersama.com-Menanggapi ancaman dari TPNPB, tukang ojek yang tergabung dalam Komunitas Nabire Baru (Helm Biru) menyampaikan pernyataan bahwa mereka Netral dan hanya mencari nafkah, di Pasar Karang, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (26/11/2025) sore.
Puluhan tukang ojek Nabire menyampaikan klarifikasi tersebut karena sebelumnya mendapat ancaman eksekusi dari pihak kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang menuding mereka sebagai agen intelijen militer Indonesia. Ancaman tersebut disampaikan oleh juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dengan mengeluarkan siaran pers yang mengancam akan mengeksekusi pengojek berhelm biru dan kuning di Nabire.
Dikutif dari tribunnews.com, pengojek Pasar Karang bernama Pamax (31 tahun), menyampaikan klarifikasi bahwa oknum yang terlihat dalam aksi FGOK RI tidak mewakili semua pengojek di Nabire dan menyatakan bahwa sebagian besar pengojek hanya mencari nafkah dengan mengantar penumpang ke tujuan mereka. “Kami disini ojek hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak memihak ke pihak manapun, baik TNI maupun TPNPB-OPM,” ucapnya, pada Kamis (27/11/2025).
Senada dengan Sdr. Yan (29 tahun), pengojek pasar Karang, meminta kepada oknum yang terlibat dalam aksi politik FGOK RI agar tidak melibatkan seluruh pengojek dan meminta agar TPNPB-OPM jangan menargetkan seluruh profesi tukang ojek, tetapi silakan tujukan kepada oknum yang terlibat. “Kalau memang mau baku cari, silakan langsung ke oknumnya saja, karena tidak semua pengojek ikut terlibat,” harapnya. (” “)
Kelompok separatis yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dinilai sedang mencari alibi untuk dijadikan alasan melakukan aksi biadapnya dengan menuding tukang ojek sebagai agen militer Indonesia. Hal tersebut dibantah oleh tukang ojek yang menyatakan bahwa mereka netral dan hanya mencari nafkah, sehingga diharapkan kepada profesi ojek khususnya warga pendatang agar lebih berhati-hati lagi untuk menghindari terjadinya aksi bengis pihak kelompok separatis seperti yang terjadi selama ini menimpa tukang ojek. (” “)



