Jakarta, suarabersama.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer negaranya terhadap Iran berpotensi segera berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut penarikan pasukan bisa dilakukan dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (31/3/2026). Menurutnya, keputusan untuk mengakhiri operasi tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
Trump menegaskan, fokus utama Washington saat ini adalah memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir. Jika target tersebut tercapai, Amerika Serikat siap menghentikan operasi militernya.
Konflik yang berlangsung sekitar satu bulan ini dipicu serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Situasi kemudian memanas setelah Iran melakukan balasan, termasuk menutup jalur strategis Selat Hormuz yang berdampak pada perdagangan global dan pasar energi.
Dalam perkembangan terbaru, pemerintah AS juga mengindikasikan perubahan strategi. Washington disebut lebih memprioritaskan pelumpuhan kekuatan militer Iran, termasuk armada laut dan persenjataan rudal, dibanding memaksakan pembukaan Selat Hormuz dalam waktu singkat.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan secara bertahap, sembari tetap membuka ruang tekanan diplomatik terhadap Iran dan melibatkan sekutu internasional untuk menjaga stabilitas kawasan. (kls)



