Tanggerang, Suarabersama.com – Insiden kecelakaan truk yang menabrak seorang bocah berusia 9 tahun di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, berujung pada kericuhan. Kejadian ini memicu amarah warga setempat yang berujung pada aksi merusak dan membakar belasan truk yang melintas di wilayah tersebut. Tak hanya merusak, beberapa warga dilaporkan menjarah bagian-bagian truk seperti tangki dan pintu.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis siang, 7 November 2024. Bermula ketika sebuah truk pengangkut tanah menabrak bocah berinisial ANP hingga menyebabkan luka pada kakinya.
Amarah warga meluap karena insiden tersebut bukanlah pertama kali, ditambah fakta bahwa truk-truk pengangkut tanah sering beroperasi di luar jam yang diperbolehkan dan kerap menjadi penyebab kecelakaan.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Tangerang memutuskan untuk menghentikan sementara operasional truk pengangkut tanah di kawasan Teluknaga guna mencegah kericuhan serupa terjadi di masa mendatang.
“Untuk menjaga situasi, kami akan menertibkan jam operasional dengan menghentikan sementara waktu aktivitas kendaraan truk itu,” kata Pejabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono di Tangerang, seperti dikutip Antara, Jumat (8/11).
Pemkab Tangerang juga melakukan pengawasan di lokasi, termasuk menambah posko pemantauan. Personel di lapangan akan mengawasi truk tanah yang melanggar jam operasional.
“Kemudian juga kami akan membangun speed trap atau alat pembatas kecepatan yang dipasang di jalan raya untuk mengatur laju kendaraan. Ada juga akan dipasang portal pembatas,” ucapnya.
Kericuhan ini bermula saat bocah inisial ANP (9) tertabrak truk di Jalan Raya Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kecelakaan berawal ketika sepeda motor yang dikendarai wanita SD (20) berboncengan dengan korban ANP melaju dari arah Kosambi menuju arah Teluknaga.
Saat itu, mereka mencoba mendahului truk yang dikemudikan DWA (21). Nahas, motor terjatuh hingga korban ANP terlindas truk.
“Korban mengalami luka terbuka kaki kiri dari paha sampai betis hingga terlihat tulangnya, korban dibawa oleh unit lantas Polsek Teluk Naga ke RS Mitra guna penanganan lebih lanjut,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, Jumat (8/11).
Insiden kecelakaan tersebut memicu protes warga. Warga memprotes truk berkendara yang melanggar jam operasional.
Warga emosional hingga melakukan aksi perusakan dan pembakaran truk. Belasan unit truk yang berada di Teluknaga dirusak hingga dibakar.
“Secara spontan warga sekitar dan pengguna jalan lain melakukan perusakan terhadap beberapa unit truk sebanyak 19 unit (18 truk tanah dan 1 unit truk mixer)” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (8/11).
Peristiwa kecelakaan sendiri terjadi pada Kamis (7/11) siang. Mulanya sepeda motor yang dikendarai wanita SD (20) berboncengan dengan korban ANP melaju dari arah Kosambi menuju Teluknaga.
Insiden truk tanah yang menabrak bocah 9 tahun hingga kaki hancur di Teluknaga, Tangerang, menimbulkan kericuhan. Warga tak hanya merusak dan membakar belasan truk, tetapi juga melakukan penjarahan.
Aksi penjarahan ini terekam video amatir dan beredar di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah warga membongkar pintu hingga AC truk.
Sejumlah warga yang tidak bertanggung jawab kemudian mengangkut dan membawa kabur bagian truk yang dibongkar tersebut. Kasus itu kini tengah diselidiki pihak kepolisian.
“Kemudian terkait ini ya pengambilan ya barang-barang di truk ya baik itu pintu, kemudian AC, kemudian tangki,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Jumat (8/11/2024).
Zain mengimbau masyarakat mengembalikan barang-barang jarahan tersebut. Zain menegaskan pihak kepolisian akan menegakkan hukum bagi mereka yang tidak kooperatif dan tidak menyerahkan barang jarahan.



