Jakarta,Suarabersama.com – Prabowo Subianto mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2025 Indonesia sudah mencapai status swasembada beras. Setidaknya ada tiga prestasi yang diraih pada gelaran pengumuman swasembada ini.
Pertama, berdasarkan informasi yang tersaji dalam tayangan video laporan keberhasilan swasembada pangan Kementerian Pertanian. Produksi padi Tahun 2025 meningkat 13, 36% dari tahun sebelumnya atau setara dengan 34,71 Juta ton.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaeman, saat menyampaikan laporan kegiatan di hadapan Presiden.
“Izin Bapak Presiden, Produksi kita 34 Juta ton”, lapor pak Menteri.
Kedua, Mentan menyebutkan besarnya peluang ekspor beras pada tahun ini dengan syarat terpenuhinya kemampuan Perum Bulog untuk menyerap beras dari petani. Serapan yang diharapkan tidak terlalu muluk, cukup sama dengan tahun kemarin.
“Yang penting Bulog, izin dan serapannya selama tiga bulan ke depan sama saja dengan tahun 2025 dapat dipastikan kita akan ekspor dan ini menjadi sejarah pertama bagi Indonesia”, ucapnya.
Baca juga:Liburan Akhir Tahun dan Upaya Tetap Hidup di Tahun Baru
Dan ketiga, capaian penting bersejarah lainnya yang diraih pada swasembada tahun ini adalah stok beras Indonesia sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebanyak 3,2 Juta ton. Angka ini lebih besar dibandingkan saat Indonesia mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 1984 yang hanya mencapai 2 Juta ton.
“Stok kita 3,2 juta ton. Pernah dulu, Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO pada Tahun 1984 . Itu stoknya hanya 2 Juta ton”, ucap Andi sambil melanjutkan bahwa stok di Hotel, Rumah Makan, dan Restoran mengalami kenaikan 49% dan setara dengan 12 Juta ton.
Keberhasilan Kementan dalam meraih swasembada merupakan bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pangan. Andi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat baik di tingkat pusat maupun daerah. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh matra TNI, Kepolisian, Kejaksaan, BUMN, Ormas, Gubernur, Bupati, Walikota, petani, dan seluruh penyuluh pertanian.
“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden dan seluruh penyuluh petani Indonesia”, pungkasnya.



