Suara Bersama

Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia: Jejak Jasa yang Kian Diakui Bangsa

Jakarta, Suarabersama.com – pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, kembali mengemuka seiring meningkatnya apresiasi publik terhadap warisan pembangunan yang ditinggalkannya. Sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Indonesia ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi ekonomi, stabilitas nasional, dan berbagai program monumental yang mengubah wajah Indonesia.

Di tengah dinamika politik dan perkembangan zaman, evaluasi terhadap sejarah menjadi semakin objektif. Masyarakat mulai melihat kembali bagaimana kepemimpinan Soeharto selama tiga dekade telah membawa Indonesia melewati masa sulit dan membawanya menuju era modernisasi.

Pembangunan Besar-Besaran dari Desa hingga Kota

Di era kepemimpinan Soeharto, pembangunan tidak hanya berpusat di kota besar. Program seperti Inpres Desa Tertinggal (IDT), transmigrasi, pembangunan jalan, irigasi, bendungan, hingga akses listrik ke pelosok menjadi bukti nyata upayanya membangun Indonesia dari pinggiran.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, Soeharto menggagas SD Inpres, puskesmas, serta program pelayanan dasar yang membuat masyarakat pelosok merasakan langsung kehadiran negara. Hasilnya, tingkat buta huruf turun drastis dan layanan kesehatan meningkat signifikan.

Swasembada Pangan: Kebanggaan yang Tak Terlupakan

Salah satu capaian terbesar era Soeharto adalah swasembada pangan tahun 1984, yang mengantarkan Indonesia menerima penghargaan dari FAO. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa, tetapi juga bukti bagaimana kebijakan pembangunan pertanian berhasil menyejahterakan jutaan petani Indonesia.

Program seperti Bimas, Inmas, teknologi pertanian, koperasi, hingga penguatan Bulog menjadi pilar ketahanan pangan nasional selama bertahun-tahun.

Stabilitas Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi

Di masa kepemimpinan Soeharto, Indonesia menikmati periode stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Investor asing mulai masuk, industri manufaktur tumbuh, dan lapangan kerja tercipta secara masif. Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dan politik membuat pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

Sejumlah analis menilai, banyak fondasi ekonomi Indonesia saat ini yang berasal dari kebijakan strategis era Soeharto, baik di sektor industri, perbankan, hingga pertanian.

Alasan Layak Mendapat Gelar Pahlawan

Melihat rekam jejak pembangunan tersebut, sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan organisasi masyarakat menilai Soeharto layak diberi gelar pahlawan nasional. Argumen yang paling kuat adalah bahwa gelar pahlawan diberikan berdasarkan jasa luar biasa yang membangun bangsa, bukan sekadar rentang jabatan atau dinamika politik yang melingkupinya.

Beberapa alasan yang sering dikemukakan:

  • Kontribusi nyata dalam pembangunan nasional dari desa hingga kota.

  • Keberhasilan menciptakan swasembada pangan, sebuah pencapaian yang sulit diulang.

  • Menciptakan stabilitas politik dan keamanan nasional selama puluhan tahun.

  • Membangun infrastruktur dasar yang masih digunakan hingga kini.

  • Jejak pengabdian yang memberi dampak langsung pada jutaan rakyat.

Bagi banyak masyarakat, Soeharto bukan hanya pemimpin, tetapi simbol pembangunan yang bekerja jauh melampaui retorika.

Warisan yang Terus Hidup

Meski telah berpulang, jejak pembangunan Soeharto tidak pernah benar-benar hilang. Jalan-jalan desa, irigasi, sekolah, puskesmas, hingga sistem pangan nasional adalah bukti nyata warisan yang tetap digunakan oleh generasi hari ini.

Seiring semakin jernihnya penilaian sejarah, penghargaan terhadap jasa Soeharto terus menguat. Banyak yang meyakini bahwa sudah saatnya bangsa memberi apresiasi tertinggi kepada sosok yang membangun Indonesia dengan kerja nyata.

Soeharto bukan hanya Presiden ke-2 RI.
Ia adalah Bapak Pembangunan—dan bagi sebagian besar rakyat, gelar pahlawan adalah bentuk penghormatan yang layak ia terima.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 8 =