Suara Bersama

Skrining Nasional Ungkap Tantangan Kesehatan Mental Generasi Muda

Suarabersama.com – Tren persoalan kesehatan mental di Indonesia diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan data yang terungkap melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa terhadap sekitar 70 juta peserta CKG, tercatat sekitar 5 persen anak dan remaja terindikasi mengalami masalah mental. Sementara itu, prevalensi pada kelompok usia dewasa tercatat lebih rendah, yakni di bawah 1 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai angka tersebut belum menggambarkan kondisi sesungguhnya dan menyerupai fenomena gunung es. Ia merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa satu dari delapan orang di dunia memiliki masalah mental. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, potensi jumlah masyarakat yang mengalami gangguan mental bisa mencapai puluhan juta orang.

Terkait jenis gangguan yang paling banyak ditemukan, Menkes mengungkapkan bahwa gangguan kecemasan atau anxiety mendominasi, khususnya pada kelompok anak dan remaja.

“Penyebabnya apa? Nah itu sekarang sedang kita cari. Ada yang penyebabnya kan kebanyakan pakai gadget, ada juga di sekolahnya dibully gitu ya, nah itu sekarang sedang kita cari,” respons Menkes kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat Senin (19/1/2026).

Ia menekankan bahwa langkah paling krusial saat ini adalah melakukan skrining secara luas. Deteksi dini dinilai jauh lebih baik dibandingkan kondisi di mana masalah kesehatan mental tidak teridentifikasi sama sekali.

Hasil skrining tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui dua pendekatan penanganan. Pertama, pengobatan yang cukup dilakukan melalui layanan konseling. Kedua, penanganan yang membutuhkan intervensi medis berupa pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan pasien.

Menkes juga menjelaskan bahwa pemerintah telah meningkatkan kesiapan anggaran untuk penanganan masalah kesehatan mental hingga lima kali lipat. Selain itu, penguatan sumber daya manusia di fasilitas layanan kesehatan juga terus dilakukan.

“Tenaganya sudah kita persiapkan dan mulai tahun depan kita isi itu 10.000 puskesmas semua secara bertahap. Ada tenaga khusus yang bisa menangani masalah kesehatan jiwa,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =