Suara Bersama

Situasi Terkini Ancaman Virus Nipah di Indonesia, Ini Cara Pencegahannya Menurut Kemenkes

Jakarta,Suarabersama.com – Kementerian Kesehatan memastikan belum ada kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia, meski penyakit menular berbahaya itu kembali dilaporkan muncul di India.

Pemerintah menyatakan terus meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait temuan kasus Nipah pada tenaga kesehatan di Benggala Barat. Hingga saat ini, Indonesia masih berada dalam kondisi aman dari virus yang memiliki tingkat kematian tinggi tersebut. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti langkah pencegahan yang dianjurkan.

Kemenkes: Belum ada kasus Nipah di Indonesia

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan bahwa kondisi di Indonesia masih terkendali meski laporan kasus kembali muncul di India.
“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Aji dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan pemantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 23 Januari 2026, dilaporkan dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di Benggala Barat, India. Kasus tersebut terjadi pada tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit, tanpa laporan kematian.

Mengenal virus Nipah yang perlu diwaspadai 

Virus Nipah kembali dilaporkan muncul di Asia dengan tingkat kematian tinggi, sementara Kemenkes memastikan kondisi Indonesia masih aman.(

Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan sejak itu dilaporkan muncul di beberapa negara Asia, seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina. Penyakit ini termasuk infeksi zoonosis, yakni menular dari hewan ke manusia. Sumber penularan utama virus Nipah adalah kelelawar, serta hewan lain seperti babi.

Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama lewat urin, air liur, darah, atau cairan tubuh lainnya. Masa inkubasi virus Nipah berkisar 4–14 hari. Pada kasus dengan gejala berat, tingkat kematian dapat mencapai 40–75 persen, sementara hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat spesifik.

Langkah pemerintah antisipasi penularan

Aji menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus virus Nipah.

Kemenkes juga: Menerbitkan disease alert melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id

  • Meningkatkan pengawasan orang, barang, dan alat angkut dari luar negeri
  • Mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri melapor melalui aplikasi All
  • Indonesia Memperkuat deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan
  • Mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta SINKARKES Menyebarluaskan materi edukasi terkait virus Nipah kepada masyarakat

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =