Suara Bersama

Sinergi Asprindo dan BUMDes Dorong Investasi Desa dan Serapan Produk Lokal

Jakarta, Suarabersama.com – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Paguyuban BUMDes Indonesia (PBI)–Gerakan Pembangunan Masyarakat Desa (Gerbang Massa). Kolaborasi ini diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan fondasi ekonomi nasional, khususnya di wilayah perdesaan.

Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, menyampaikan bahwa sinergi ini membuka peluang besar bagi para pelaku usaha desa untuk berkolaborasi dengan jaringan pengusaha Asprindo yang memiliki pengalaman lebih matang. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan geliat ekonomi masyarakat desa dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Hal tersebut lah yang ingin kami wujudkan dengan program Kampung Industri. Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi di mulai dari bawah ke atas. Pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada masyarakat sekitar dan para pelaku usaha lokal,” ujar Jose dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemitraan antara Asprindo dan BUMDes akan menjadi motor utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi desa. Sinergi antara sektor swasta dan lembaga desa dinilai mampu memperkokoh struktur ekonomi dari tingkat paling dasar.

Dalam kerja sama ini, sejumlah poin strategis telah disepakati, di antaranya penguatan kapasitas melalui transfer pengetahuan dan alih teknologi. Program pendampingan manajerial serta pengelolaan BUMDes secara profesional, kompetitif, dan berorientasi pada tata kelola yang baik menjadi fokus utama.

“Kita akan fokus pada pemberdayaan UMKM dan penyerapan produk unggulan desa (produk lokal) ke dalam rantai pasok industri yang tergabung dalam jaringan Asprindo sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat di Desa,” tambahnya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup perluasan akses pasar dan digitalisasi, sehingga produk dan layanan BUMDes dapat menembus pasar nasional hingga internasional. Melalui jaringan pengusaha Asprindo, diharapkan tercipta offtaker yang berperan sebagai penghubung menuju pasar modern dan kompetitif.

Tak hanya itu, Asprindo juga membuka peluang investasi inklusif di desa yang berorientasi pada keberlanjutan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Kami juga membuka investasi inklusif, yaitu peluang investasi di desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” kata Jose.

Ia berharap penandatanganan kerja sama ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal pelaksanaan program nyata dalam memperkuat ekonomi dari wilayah pinggiran. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar Asprindo dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

“Dengan membangun ekonomi desa, akan terbangun juga ekosistem ekonomi yang kuat, yang berbasis kerakyatan dan pengusaha lokal,” pungkasnya.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − eleven =