Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencatat sejumlah capaian nyata selama satu bulan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers terkait pemulihan dan strategi pascabencana menjelang akhir tahun, Senin (29/12/2025).
“Sekarang ini kita sudah masuk dalam satu bulan pasca bencana, satu bulan pertama, dan alhamdulillah, pemerintah, kita semua di sini, termasuk para petugas dan semua yang ada di sana, dalam satu bulan ini kita ada hasil konkret,” ujar Teddy dalam konferensi pers, Senin.
Ia juga menanggapi adanya perbandingan antara banjir di Sumatera dengan bencana lain yang pernah terjadi di Indonesia. Menurutnya, setiap bencana memiliki karakteristik serta tantangan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan penanganan yang tidak bisa disamaratakan.
“Setiap bencana punya tantangan sendiri. Butuh penanganan sendiri. Dan yang pasti, setiap pemerintah pada masanya pasti ingin yang terbaik dan yang tercepat untuk memulihkan,” ujar Teddy.
Teddy menegaskan bahwa percepatan pemulihan di wilayah Sumatera saat ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petugas di lapangan, relawan, hingga masyarakat yang terdampak.
“Di lapangan, para petugas dan warga nyatanya sama-sama saling bantu, saling kerja sama, gotong royong semua. Petugas, warga, relawan. Jadi satu semua,” ujar Teddy.
Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi dalam proses pemulihan.
“Ayo kita semua sama-sama saling bantu, saling melengkapi. Kuncinya saling melengkapi,” sambungnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa sebanyak 25 kabupaten/kota terdampak bencana di Pulau Sumatera telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Di Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang sudah masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Pratikno.
Selain Aceh, delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara juga telah memasuki fase transisi yang sama. Di Sumatera Barat, jumlah daerah yang telah masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tercatat sebanyak 10 kabupaten/kota.
Pratikno menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan seluruh sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Seluruh unsur terlibat dalam proses tersebut, mulai dari masyarakat, relawan, TNI, Polri, ASN pusat dan daerah, hingga sektor swasta yang bekerja bahu-membahu di lapangan.
“Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bapak Presiden memerintahkan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penanganan pasca-bencana,” kata Pratikno. (*)



