Jakarta, Suarabersama.com – Gelombang aksi protes bertajuk “No Kings” terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS). Dalam demonstrasi tersebut, para aktivis serta sejumlah politisi mengajak masyarakat untuk menolak kebijakan militer Presiden Donald Trump di luar negeri. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dinilai telah memicu ketegangan di kawasan Middle East sekaligus berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Dalam salah satu aksi utama yang berlangsung di St. Paul, Minnesota, senator dari Partai Demokrat Bernie Sanders turut menyampaikan kritik keras terhadap rencana peningkatan anggaran militer sebesar USD200 miliar yang diajukan Trump untuk mendukung operasi militer AS–Israel terhadap Iran.
Dalam pidatonya di hadapan massa aksi No Kings protest movement, Sanders mengatakan, “Mari kita jujur. Rakyat Amerika telah dibohongi tentang perang di Vietnam, kita dibohongi tentang perang di Irak, dan kita dibohongi hari ini tentang perang di Iran,” kata Sanders, seorang tokoh Partai Demokrat progresif.
Ia juga mengingatkan bahwa Trump sebelumnya berkampanye dengan janji mengakhiri konflik berkepanjangan atau “perang abadi” yang selama ini melibatkan Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia.
Sanders menilai operasi militer tersebut berpotensi melanggar hukum internasional. “Perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional,” lanjutnya. “Satu negara berdaulat tidak dapat begitu saja menyerang negara berdaulat lain dengan alasan apa pun yang dipilihnya.”
Aksi protes ini berlangsung di tengah dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada November mendatang, yang diperkirakan menjadi ujian penting bagi kekuatan politik Partai Republik. (*)



