Suara Bersama

Program MBG Dinilai Dorong Hilirisasi dan Serap Jutaan Tenaga Kerja

Jakarta, Suarabersama.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui partisipasi aktif dalam pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua KADIN Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan, KADIN berencana membuka sebanyak 1.000 dapur MBG yang memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat distribusi dan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.

“Bahwa di dalam MBG, dari total sekitar 30.000 dapur SPPG, kita ikut (buka) 1.000 dapur Pak,” kata Anindya saat menghadiri acara Road to Jakarta Food Security Summit 6, Selasa, 13 Januari 2026.

Anindya menjelaskan, pendirian dapur MBG tersebut sepenuhnya dibiayai oleh KADIN tanpa melibatkan pihak eksternal. Menurutnya, langkah ini diambil karena program MBG telah mendapatkan jaminan penuh dari pemerintah, termasuk dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dan jaminannya hanya satu Pak” Ini dibilang aman. Karena Pak Presiden juga yakin, Pak Menko juga yakin. Dan alhamdulillah teman-teman semua ikut mendukung,” lanjut Anindya.

Ke depan, Anindya berharap program MBG dapat menjadi motor penggerak hilirisasi nasional. Ia menilai, konsep hilirisasi tidak hanya relevan untuk sektor pertambangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diterapkan di sektor pangan.

Apresiasi Menko Airlangga

Inisiatif KADIN tersebut mendapat sambutan positif dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menegaskan, pemerintah memberikan jaminan pendanaan dapur MBG melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“(APBG) jaminannya itu APBN. Tahun ini, kami menyiapkan untuk MBG Rp335 triliun. Jadi aman. Dan bisnis model SPBG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cashflow-nya bagus,” jelas Airlangga.

Ia menambahkan, rata-rata stimulus MBG per kuartal diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun, meningkat signifikan dibandingkan sekitar Rp37 triliun pada 2025. Program ini juga diproyeksikan mampu menyerap hingga 3 juta tenaga kerja serta memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi kalau program ini meluncur di grassroot Rp80 triliun tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan ini untuk MBG ini diperkirakan akan mempekerjakan 3 juta orang. Dan kalau rule of thumb, 1 persen pertumbuhan ekonomi itu 400 ribu orang,” ujarnya.

“Jadi kalau 8 juta ya itu tentu bisa berkontribusi 7 persen. Nah kalau 7 persen, ya katakanlah separuhnya 3 persen. Ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah,” tukasnya. (hni)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 7 =