Suara Bersama

Program Koperasi Merah Putih di Bangka Belitung Tunjukkan Kemajuan, DPRD Ingatkan Agar Tidak Sekadar Seremonial

Pangkalpinang, suarabersama.com — Program Koperasi Merah Putih di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga Februari 2026, sudah terbentuk sebanyak 393 koperasi di tingkat desa dan kelurahan yang berbadan hukum. Namun, DPRD setempat menegaskan pentingnya agar program ini tidak hanya menjadi proyek seremonial, melainkan benar-benar dapat meningkatkan kapasitas UMKM dan kesejahteraan masyarakat desa.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ari Prim Jaya, mengungkapkan bahwa dari total koperasi yang telah berbadan hukum, sekitar 184 di antaranya sudah memiliki gerai fisik yang beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan

Program nasional ini bertujuan membentuk lebih dari 80 ribu koperasi desa secara keseluruhan di Indonesia. Di Bangka Belitung sendiri, sudah ada lima koperasi Merah Putih yang aktif beroperasi dan tersebar di Pangkalpinang, Bangka Selatan, dan Belitung.

Menjadikan Desa sebagai Pusat Ekonomi Lokal

Ari menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menempatkan desa sebagai pusat perputaran ekonomi lokal. Setiap koperasi didorong untuk memanfaatkan dan memasarkan produk unggulan dari masing-masing daerah.

Khusus di Bangka Belitung, program Koperasi Merah Putih juga telah menghadirkan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) berbasis koperasi, menjadi salah satu yang pertama di Indonesia. Ini menjadi langkah nyata memperkuat sektor perikanan yang selama ini menjadi andalan ekonomi lokal.

Pembangunan fisik koperasi, seperti gerai dan fasilitas lainnya, didanai oleh pemerintah pusat. Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi bukanlah aspek fisik melainkan bagaimana menjaga kelangsungan bisnis koperasi dan meningkatkan jumlah anggota.

DPRD Tekankan Pentingnya Keberlanjutan dan Dampak Nyata

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dodi Kusdian, mengingatkan agar pelaksanaan program Koperasi Merah Putih jangan berhenti pada tahap pembentukan dan pembangunan.

Menurut Dodi, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tiga aspek utama, yakni kualitas sumber daya manusia pengelola, pendampingan yang berkelanjutan, serta konektivitas pasar untuk produk-produk koperasi.

Dengan perhatian serius dari semua pihak, diharapkan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi simbol, melainkan benar-benar mampu membawa perubahan ekonomi yang berarti bagi masyarakat desa di Bangka Belitung. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 6 =