Jakarta, Suarabersama.com – Pemerintah sedang mematangkan skema pendanaan berbasis kolaborasi untuk mendukung pelaksanaan program gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah masih merumuskan model pendanaan program gentengisasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaannya.
“Bicara skema mungkin kita juga berkeinginan karena ini bagian dari menggugah supaya semua pihak juga pada akhir terlibat gitu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program gentengisasi tidak akan sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah membuka ruang partisipasi yang lebih luas agar pembiayaan tidak hanya bertumpu pada anggaran negara.
Menurut Prasetyo, keterlibatan masyarakat secara individu maupun sektor swasta menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini.
“Mungkin perorangan-perorangan atau pihak-pihak swasta, jadi tidak sekadar kita misalnya menggantungkan dari APBN atau APBD gitu. Karena semangatnya kebersamaan dan keindahan, kebersihan itu lah, yang Beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan ingin menggugah itu,” terangnya.
Selain aspek pendanaan, pemerintah juga tengah mengkaji teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk pemanfaatan dan pengembangan teknologi produksi genteng dalam skala besar agar mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Program gentengisasi merupakan bagian dari agenda penataan lingkungan yang lebih komprehensif. Program ini terintegrasi dengan upaya pengelolaan sampah, penertiban papan reklame dan baliho, serta penataan kabel-kabel udara di kawasan perkotaan.
Prasetyo menyampaikan harapan pemerintah agar program gentengisasi dapat segera direalisasikan pada tahun ini, setelah seluruh skema pendanaan dan aspek teknis pelaksanaan selesai disusun secara matang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keinginannya untuk mendorong gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Indonesia.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, Presiden menyoroti masih dominannya penggunaan atap seng pada rumah-rumah di berbagai daerah.
Presiden menilai kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi estetika lingkungan, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena atap seng cenderung panas dan mudah mengalami korosi.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo. (*)



