Jakarta, Suarabersama.com – H. M. Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia, dikenal luas sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, sebuah gelar yang lahir dari karya-karya besar dan jejak pengabdian yang meninggalkan warisan kuat bagi kehidupan bangsa hingga kini. Selama lebih dari tiga dekade memimpin, Soeharto menorehkan perubahan besar dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan infrastruktur, sehingga mengantarkan Indonesia memasuki era modernisasi.
Profil kepemimpinannya terus menjadi rujukan ketika bangsa membahas masa-masa pembangunan yang paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
Pemimpin yang Muncul di Masa Krisis
Soeharto mulai mengambil peran penting ketika Indonesia berada dalam kondisi terpuruk pasca-1965. Stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi berada di titik kritis. Dengan langkah yang terukur, Soeharto memulihkan kondisi bangsa dan menata ulang arah pembangunan nasional.
Di tangan kepemimpinannya, Indonesia memasuki fase baru yang memberi harapan bagi jutaan rakyat.
Arsitek Pembangunan Nasional
Julukan Bapak Pembangunan Indonesia bukan sekadar penghormatan simbolik. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan dilakukan secara masif, terstruktur, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Beberapa terobosan dan program besar era Soeharto antara lain:
1. Pembangunan Infrastruktur dari Desa hingga Kota
Soeharto memperluas konektivitas nasional melalui pembangunan:
-
jalan nasional dan jalan desa,
-
jembatan dan waduk,
-
irigasi pertanian,
-
listrik pedesaan,
-
pelabuhan dan fasilitas transportasi lainnya.
Infrastruktur yang dibangun era ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial hingga sekarang.
2. Pemerataan Pendidikan Melalui SD Inpres
Program SD Inpres menjadi tonggak penting pemerataan akses pendidikan. Ribuan sekolah dibangun dalam waktu singkat, memberi kesempatan belajar bagi anak-anak di desa terpencil hingga kawasan perkotaan.
Dampaknya dapat dirasakan hingga kini, di mana angka buta huruf menurun drastis dan kualitas SDM meningkat.
3. Penguatan Layanan Kesehatan Rakyat
Pendirian puskesmas di berbagai daerah menjadi fondasi sistem layanan kesehatan dasar. Tenaga medis diperbanyak, fasilitas diperluas, dan kebijakan kesehatan publik diperkuat agar masyarakat desa memperoleh layanan yang layak.
4. Swasembada Pangan 1984
Salah satu prestasi terbesar Soeharto adalah membawa Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984. Program pertanian seperti Bimas, Inmas, modernisasi alat, serta peran Bulog mengubah wajah pertanian nasional.
Pencapaian ini membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang mampu mandiri dalam urusan pangan dan mendapatkan penghargaan dari FAO.
5. Transmigrasi dan Pemerataan Ekonomi
Program transmigrasi di era Soeharto membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan lebih baik di daerah-daerah yang masih jarang penduduk. Program ini juga memperkuat pemerataan ekonomi nasional dan membuka pusat-pusat pertumbuhan baru.
Stabilitas Nasional yang Menjadi Pilar Kemajuan
Soeharto juga dikenang sebagai pemimpin yang berhasil menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Stabilitas inilah yang menjadi pondasi bagi pembangunan jangka panjang, masuknya investasi, pertumbuhan industri, dan berkembangnya sektor ekonomi rakyat.
Di era tersebut, Indonesia tumbuh sebagai salah satu negara berkembang dengan percepatan pembangunan paling konsisten di Asia.
Warisan yang Tetap Dirasakan Generasi Hari Ini
Meski zaman telah berubah, warisan Soeharto tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Infrastruktur, sistem pendidikan dasar, layanan kesehatan, hingga fondasi pangan nasional adalah bukti nyata pengabdian yang tidak terhapus oleh waktu.
Bagi banyak kalangan, Soeharto bukan hanya tokoh sejarah, tetapi figur sentral yang memberikan arah pembangunan dan memperkuat pondasi Indonesia modern.
Presiden Soeharto tidak sekadar memimpin; ia membangun, mengubah, dan memajukan bangsa dengan fondasi yang tetap berdiri kokoh hingga hari ini.



