Suara Bersama

Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Jakarta, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto memutuskan menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina, dalam misi Board of Peace (BoP). Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah melalui Badan Komunikasi menyatakan seluruh pembahasan terkait BoP untuk sementara dihentikan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas situasi yang semakin tidak menentu akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Fokus pada Stabilitas dan Diplomasi

Prabowo menilai kondisi geopolitik saat ini berpotensi memperluas ketegangan global, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil langkah strategis, termasuk pengiriman pasukan.

Ia juga menegaskan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama. Indonesia, kata dia, siap berperan sebagai mediator guna mendorong dialog damai di antara pihak-pihak yang bertikai.

“Solusi damai harus selalu menjadi pilihan utama,” tegasnya.

Tetap Komit pada Palestina

Meski penugasan pasukan ditunda, Indonesia tetap berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Prabowo menilai keterlibatan Indonesia dalam forum BoP tetap penting untuk memengaruhi arah kebijakan internasional dari dalam.

Kesiapan Pasukan TNI

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Indonesia menyiapkan hingga 20 ribu prajurit untuk misi stabilisasi internasional di Gaza. Namun, jumlah tersebut disesuaikan menjadi sekitar 8.000 personel mengikuti kontribusi negara lain.

Hingga kini, jadwal pengiriman pasukan masih belum ditetapkan dan akan menunggu perkembangan situasi serta keputusan lanjutan dari forum BoP. Pemerintah memastikan akan terus memantau dinamika global sebelum mengambil langkah berikutnya terkait keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian tersebut. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − 5 =