Jakarta, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto menilai kritik dari masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga jalannya pemerintahan agar tetap berada di jalur yang benar. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2026 di Jakarta.
Menurutnya, kritik publik merupakan mekanisme kontrol yang membantu pemerintah menghindari kesalahan dalam menjalankan kekuasaan negara. Ia mengakui bahwa kritik sering kali disampaikan dengan nada keras dan tidak selalu menyenangkan, namun tetap harus diterima secara terbuka.
“Kalau dikritik, kita justru harus bersyukur karena itu berarti kita diingatkan dan dibantu,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan setiap masukan akan dikaji secara objektif agar kebijakan pemerintah tetap sejalan dengan prinsip demokrasi dan hukum. Prabowo bahkan mengaku kerap meminta pendapat para ahli hukum untuk memastikan langkah pemerintah tidak melampaui batas kewenangan atau bersifat terlalu otoriter.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kritik harus dibedakan dengan fitnah. Menurutnya, penyebaran informasi bohong secara sengaja dapat memicu kebencian, menimbulkan kecurigaan, dan berpotensi merusak persatuan nasional.
Presiden juga mengakui adanya kritik yang bernuansa sinisme maupun upaya delegitimasi politik. Namun ia menegaskan pemerintah akan meresponsnya melalui kerja nyata dan capaian konkret, bukan dengan perdebatan panjang di ruang publik. “Kami akan menjawab dengan bukti kerja, bukan sekadar janji,” tegasnya. (kls)



