Jakarta, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat pada awal Maret 2026.
Kabar pengiriman surat duka tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu (4/3/2026). Ia menjelaskan, Presiden Prabowo secara langsung menulis surat resmi untuk menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Iran.
Surat tersebut kemudian dikirim melalui Menteri Luar Negeri Sugiono. Selanjutnya, Sugiono menyerahkannya kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.
Pesan belasungkawa itu ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai bentuk empati Indonesia atas wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut.
Khamenei dilaporkan meninggal pada 1 Maret 2026 setelah serangan udara menghantam sejumlah target di Teheran. Serangan tersebut terjadi di tengah memanasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul kebuntuan pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa.
Konflik kemudian berkembang menjadi konfrontasi terbuka setelah Israel dan Amerika Serikat mengumumkan operasi militer terhadap Iran. Serangan udara dilaporkan menghantam berbagai titik strategis di Teheran, termasuk kawasan permukiman di Narmak.
Laporan intelijen menyebut sekitar 40 pejabat tinggi Iran turut menjadi korban dalam rangkaian serangan tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Beberapa pangkalan yang menjadi target antara lain Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Di tengah eskalasi konflik, Iran juga menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia yang menghubungkan negara-negara produsen energi di kawasan Teluk dengan pasar global. (kls)



