Jakarta,Suarabersama.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Barat, yang dinilai telah bergerak cepat dan melakukan langkah konkret dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah untuk segera melakukan langkah serupa di wilayah masing-masing.
Hal itu disampaikan Tito seusai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
“Saya akan mengeluarkan surat edaran, bukan hanya terkait hari olahraga, tetapi juga dilanjutkan dengan korve di daerah masing-masing, baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan wilayahnya,” kata Tito.
Atas perintah Presiden yang disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga akan menginventarisasi daerah-daerah yang telah maupun yang belum menjalankan program kebersihan lingkungan.
Melalui gerakan bersih-bersih serentak yang melibatkan pemerintah provinsi hingga desa, Tito berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, tertata, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan nasional.
Istilah korve sebelumnya diserukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat membahas penanganan sampah dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Korve merupakan istilah yang umum digunakan di lingkungan militer, kepolisian, serta institusi pendidikan kedinasan seperti IPDN. Istilah tersebut merujuk pada kegiatan kerja bakti, gotong royong, atau tugas tambahan untuk membersihkan dan merapikan lingkungan secara bersama-sama, sekaligus menanamkan disiplin dan kerja sama.
Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo menyebut istilah korve lebih dari satu kali, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Negara juga menyinggung persoalan sampah yang dinilai dapat mengganggu sektor pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
ANTARA|Wong|Ar



