Jakarta, suarabersama.com – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan tetap aman meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memanas. Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, menyatakan stok BBM saat ini berada pada kisaran 21 hari dan terus dikelola melalui sistem logistik energi nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan cadangan tersebut merupakan stok operasional yang secara rutin disiapkan untuk menjamin kelancaran distribusi energi di seluruh Indonesia.
“Stok sekitar 21 hari ini merupakan cadangan yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Persediaannya terus diperbarui melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Roberth, pengelolaan pasokan energi dilakukan melalui sistem rantai pasok terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah, proses pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai daerah.
Selain menjaga pasokan, perusahaan juga terus memantau perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia, termasuk konflik di Timur Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menyiapkan sejumlah strategi mitigasi, di antaranya diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik distribusi, serta optimalisasi operasi kilang dalam negeri.
Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.
Di tingkat regional, kesiapan pasokan energi juga terus diperkuat. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan distribusi energi di wilayah timur Indonesia tetap dipantau secara ketat.
Ia menegaskan sistem logistik nasional telah dirancang agar suplai BBM dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan, pegunungan, dan kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Papua dan Maluku.
“Seluruh Fuel Terminal di wilayah Papua dan Maluku saat ini dalam kondisi optimal untuk menyalurkan BBM kepada masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ujarnya. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying agar distribusi energi tetap stabil dan merata. Untuk informasi layanan energi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (kls)



