Jakarta, suarabersama.com – Pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dipastikan tetap aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas.
Pertamina melalui unit usahanya, Pertamina Patra Niaga, menyatakan ketersediaan BBM di wilayah regional Jatimbalinus masih mencukupi dan distribusi berjalan normal.
Manager Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya di Denpasar, Kamis.
Ia menjelaskan, rata-rata ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini berada di kisaran 13 hari ke depan. Pasokan tersebut terus diperkuat melalui suplai rutin yang telah dijadwalkan sesuai perencanaan distribusi energi nasional.
Ahad menambahkan, penyaluran BBM ke berbagai lembaga penyalur masih berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan menerapkan skema distribusi Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) dalam pengelolaan rantai pasok energi. Metode ini dilakukan untuk memastikan distribusi tetap stabil jika terjadi gangguan.
Selain itu, Pertamina juga melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi distribusi energi di dalam negeri.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga juga akan mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri mulai 9 Maret 2026. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran. (kls)



