Suara Bersama

Penolakan Program MBG di Papua: Tanggapan Pemerintah dan Reaksi Masyarakat

Jakarta, Suaraberama – Aksi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang melibatkan aliansi pelajar. Dalam video yang beredar di media sosial, para pelajar berseragam SMA terlihat membawa poster dan menyerukan bahwa mereka lebih membutuhkan sekolah gratis daripada makan bergizi.

Penolakan ini mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas jika ada ancaman dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap pelaksanaan program MBG. Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan bahwa OPM akan menghadapi aparat TNI dan Polri jika mengancam sekolah yang menerima MBG.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa MBG adalah tugas kemanusiaan dan tidak terpengaruh oleh isu politik. Dia juga menjelaskan bahwa meskipun situasi di Papua belum kondusif, program MBG tetap berjalan dengan melibatkan TNI dalam distribusinya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menambahkan bahwa hal-hal di luar program MBG menjadi kewenangan TNI dan Polri, sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan bahwa penolakan pelajar kemungkinan disebabkan kurangnya pemahaman tentang niat baik Presiden Prabowo dalam menjalankan program ini. Program MBG, menurutnya, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gizi anak-anak, terutama di wilayah Papua.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 4 =