Suara Bersama

Pemulihan Lingkungan Bukan Pilihan, Wamen LH Serukan Gerakan Tanam Pohon

Jakarta, Suarabersama.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa upaya pemulihan lingkungan bukan sekadar opsi, melainkan keharusan mutlak demi menjamin keberlangsungan hidup manusia.

“Kita harus hidup berdampingan dengan pohon dan idealnya setiap orang menanam setidaknya satu pohon. Karena oksigen adalah kebutuhan dasar manusia, maka kalau ada yang tidak pernah menanam pohon, itu bukan manusia,” kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Diaz menjelaskan, setiap manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen per hari, sementara satu pohon mampu menghasilkan hingga 1,2 kilogram oksigen setiap hari. Perbandingan tersebut menunjukkan betapa eratnya ketergantungan manusia terhadap kelestarian tumbuhan dan ekosistem hijau.

Ia menilai, aktivitas menanam pohon merupakan wujud konkret kepedulian kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dalam menghadapi krisis iklim global yang kian nyata.

Pernyataan tersebut disampaikan Diaz saat mengikuti aksi penanaman pohon di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Minggu (11/1), bersama Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo.

Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Transisi Energi Hashim Djojohadikusumo memaparkan bahwa Indonesia kerap menjadi pihak yang paling terdampak perubahan iklim, meski kontribusi emisi karbon nasional relatif rendah dibandingkan negara-negara maju.

Ia mengungkapkan adanya kesenjangan emisi karbon yang signifikan. Rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 3 ton emisi per tahun, sementara masyarakat di negara maju dapat menyumbang hingga 13 ton emisi per tahun per kapita.

“Seperti yang disampaikan Wamen LH, perubahan iklim tidak bisa ditanggapi dalam waktu dekat. Karena penyebab perubahan iklim terjadi di belahan bumi lain. Ini fakta yang pahit bagi Indonesia,” kata Hashim Djojohadikusumo.

Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, aksi penanaman pohon di Tapanuli Utara juga dipandang strategis untuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Wilayah tersebut merupakan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru yang berperan penting dalam menekan risiko banjir dan longsor, yang pada November lalu dilaporkan menelan lebih dari 1.000 korban jiwa. (hni)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =