Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membentuk tim investigasi bersama sejumlah dinas terkait untuk mengusut penyebab kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin pagi.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran agar segera berkoordinasi dalam penanganan situasi darurat tersebut.
“Sebanyak 16 unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 80 personel dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang masih berkobar,” kata Chico melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.
Selain pengerahan petugas pemadam kebakaran, upaya penanganan juga melibatkan personel Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas serta proses evakuasi. Tim medis turut disiagakan guna memberikan penanganan bagi korban yang mengalami luka ringan apabila diperlukan.
Pemadaman api dilakukan dengan mengedepankan strategi pencegahan agar kobaran tidak meluas ke area pasar lainnya. Langkah ini dinilai krusial mengingat Pasar Induk Kramat Jati merupakan salah satu pusat distribusi pangan utama bagi warga Jakarta.
Chico menambahkan bahwa Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 07.24 WIB.
Kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan pedagang dan masyarakat sekitar, terlebih dengan adanya laporan suara ledakan yang terdengar sebanyak dua kali.
Meski hingga kini belum terdapat laporan korban jiwa, Chico menegaskan bahwa Gubernur Jakarta telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengutamakan keselamatan pedagang, petugas, serta masyarakat yang terdampak peristiwa tersebut. (*)



