Jakarta – Pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan langkah dekontaminasi di 10 titik yang diduga telah terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Dalam acara Hari Danau Sedunia 2025 dan Rakornas Penyelamatan Danau Indonesia di Jakarta, Rabu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 telah mengamankan area milik PT Peter Metal Technology (PMT), yang dicurigai sebagai sumber paparan zat radioaktif tersebut. Kontaminasi ini sebelumnya dikaitkan dengan produk udang beku dari PT BMS yang diekspor ke Amerika Serikat.
“Ini kemudian masih dilakukan pemetaan serius, lebih detail. Hasil pertama ada 6 titik, sekarang menjadi 10 titik. Tapi ini inventarisasi belum selesai, kita akan inventarisasi detail untuk menentukan langkah-langkah dekontaminasi, remediasi dan pemulihan kesehatan masyarakat,” jelas Hanif.
Hingga kini, dua titik sudah memasuki proses dekontaminasi aktif, sementara delapan titik lainnya masih dalam tahap pemetaan lanjutan.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, akses masuk dan keluar barang dari kawasan industri tersebut kini diawasi secara ketat. Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan Bapeten, BRIN, dan Tim Gegana Polri telah mengerahkan sembilan unit detektor radiasi portabel untuk pemantauan.
Selain itu, sedang dilakukan pemasangan radiation portal monitor (RPM) milik BRIN. Proses ini disertai dengan kegiatan edukasi masyarakat mengenai risiko radiasi Cesium-137, melibatkan tenaga medis, aparat keamanan TNI/Polri, dan tokoh masyarakat setempat.
“Jadi kemudian barang-barang itu kami dekontaminasi, kita taruh di gudang PT Peter Metal Technology (PMT), karena dari mereka berdasarkan keterangan ahli dan bukti saintifik dari lab itu sumbernya berada. Jadi kita kembalikan ke sana untuk disimpan sementara,” lanjut Hanif.
Pemerintah juga sedang mempersiapkan lokasi penyimpanan sementara limbah radioaktif yang sesuai dengan standar Badan Atom Internasional (IAEA).
“Ini kita harapkan dalam 1-2 bulan ini harus segera terbangun. Kemudian barang itu akan kita pindahkan ke sana mungkin 1-2 tahun sambil secara nasional dengan arahan dari Menko Pangan, kita akan membangun long term storage untuk Cesium-137. Karena waktu paruhnya cukup panjang, 30 tahun,” ujarnya.
Masalah ini mencuat sejak Agustus 2025, ketika FDA Amerika Serikat mengembalikan produk ekspor udang dari Indonesia karena terdeteksi adanya kontaminasi Cesium-137.
Sebagai respons cepat, Satgas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah melakukan penyegelan terhadap pabrik yang menjadi sumber dugaan paparan di Kawasan Industri Modern Cikande.
Selain proses dekontaminasi di lokasi teridentifikasi, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penyimpanan limbah radioaktif dan mengatur langkah-langkah penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan pada Selasa (30/9) bahwa kontaminasi Cs-137 hanya terjadi secara lokal di Kawasan Industri Modern Cikande, dan tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun sistem ekspor secara luas. (*)



