Suara Bersama

Pemerintah Siapkan Huntara Untuk Korban Bencana Banjir Sumatera

Jakarta – Pemerintah berencana menyiapkan hunian sementara (huntara) berukuran tipe 36 meter persegi untuk para korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera. Rencana pembangunan ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto serta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025).

Suharyanto menyampaikan bahwa wilayah Sumatera Barat yang kondisinya dinilai lebih pulih dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara akan segera memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jadi masyarakat yang sekarang tinggal di pengungsian, kita alihkan ke hunian sementara. Hunian sementaranya akan dibangun oleh, kalau kami boleh, itu oleh Satgas TNI-Polri, Bapak Presiden,” kata Suharyanto dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Minggu.

Usai pembangunan huntara selesai, pemerintah juga menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di seluruh wilayah Sumatera. Suharyanto meminta agar proses pembangunan huntap serta relokasi dari huntara dikoordinasikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Kemudian yang tanahnya tidak harus pindah karena mungkin banjirnya, dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu sehingga tidak harus pindah, tapi rumahnya rusak, itu kami perbaiki oleh Satgas BNPB,” jelas dia.

Dalam rapat tersebut, Suharyanto turut memperlihatkan contoh fisik huntara kepada Presiden Prabowo sebagai gambaran hunian yang diperuntukkan bagi satu keluarga. Presiden juga menanyakan lebih detail mengenai luas bangunan hunian sementara yang akan dikerjakan Satgas TNI-Polri.

“Luasnya tipe 36 Bapak Presiden, 8 kali 5 Bapak Presiden. Jadi daripada mereka tinggal di tenda, ini lebih representatif mereka tinggal di hunian sementara Bapak Presiden,” jawab Suharyanto.

Mengenai anggaran pembangunan, Suharyanto mengungkapkan, “Harganya sekitar 30 juta, Bapak Presiden. Satu hunian. satu huntara, hunian sementara. Ada WC, kamar mandi.” Pernyataan itu kemudian ditanggapi Presiden Prabowo yang menyebut, “Cukup 36, ya? Saya kira, termasuk murah ya.” Suharyanto menegaskan bahwa huntara tersebut hanya akan ditempati selama satu tahun sebelum para warga dipindahkan ke hunian tetap yang lebih layak. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − one =