Jakarta, Suarabersama.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian sebesar Rp300 triliun pada 2026 sebagai langkah memperkuat pembiayaan, meningkatkan produksi, dan menopang ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
“Pemerintah terus mendorong dalam bentuk pembiayaan yaitu KUR untuk pertanian. Tahun ini kita punya plafon Rp300 triliun,” kata Airlangga dalam Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pada 2025 penyaluran KUR pertanian telah mencapai Rp102 triliun. Pemerintah pun menetapkan plafon yang lebih besar sebagai bentuk keseriusan memperluas akses permodalan bagi petani dan pelaku usaha tani.
Airlangga menegaskan plafon KUR pertanian bersifat fleksibel dan masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, mengingat tidak ada pembatasan sektor selama pembiayaan bersifat produktif, tepat sasaran, dan mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
“Dan sebetulnya untuk pertanian pun plafonnya bisa kita naikkan, tidak ada pembatasan untuk pertanian dan KUR ini bisa terus untuk dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ketahanan pangan nasional sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, ditopang produksi beras sebesar 34,71 juta ton serta produksi jagung sekitar 16 juta ton yang dinilai cukup baik.
“Dan tentu kita bersyukur tahun 2025 kita bisa mengatasi terkait kemampuan kita untuk ketahanan pangan termasuk produksi beras yang mencapai 34,71 juta ton,” kata Airlangga.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga pertumbuhan realisasi KUR pertanian, mempertahankan swasembada beras, mengendalikan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pembiayaan yang adaptif. (hni)



