Suara Bersama

Pemerintah dan Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying BBM

Jakarta, suarabersama.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski muncul kekhawatiran akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya aksi panic buying di sejumlah daerah, termasuk di Aceh, yang dipicu oleh kesalahpahaman informasi mengenai ketersediaan BBM.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM nasional masih mencukupi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau penimbunan karena justru dapat memicu kelangkaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Ia juga memastikan distribusi BBM ke berbagai wilayah di Indonesia berjalan normal. Pemerintah pun menegaskan tidak ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia mengalami fluktuasi.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM nasional tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan konsumsi energi pada periode tersebut.

Pertamina memproyeksikan konsumsi bensin seperti Pertalite dan Pertamax akan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan hari normal. Sebaliknya, konsumsi solar diperkirakan turun sekitar 14,5 persen karena berkurangnya aktivitas kendaraan logistik selama periode mudik.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina melakukan penambahan stok (build up stock), memperkuat sarana distribusi, serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra internasional.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan cadangan BBM nasional saat ini berada di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar 21 hingga 23 hari. Bahkan untuk beberapa jenis BBM, cadangannya dapat mencapai hingga 35 hari.

Menurutnya, batas tersebut bukan berarti stok akan habis setelah periode itu, karena pasokan terus diperbarui melalui distribusi dan penambahan suplai secara berkala. “Selama distribusi berjalan normal, stok akan terus bergerak dan dijaga di atas level minimum,” ujarnya. Pemerintah dan Pertamina pun kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan energi secara bijak serta tidak melakukan penimbunan, karena tindakan tersebut melanggar ketentuan hukum. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =