Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan berfokus pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak banjir bandang serta longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah dan panjang pascabencana.
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, utusan khusus Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di Sumatera saat ini dinilai terkendali. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera menyiapkan langkah konkret untuk memulihkan kehidupan masyarakat di daerah terdampak.
“Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, dan kita sudah merencanakan, segera akan kita bentuk, apakah kita namakan Badan, atau Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi,” kata Presiden Prabowo kepada jajarannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Seiring dengan penanganan bencana pada masa tanggap darurat, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mulai membangun 2.000 unit hunian tetap bagi para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor.
“Saya dapat laporan dari Menteri Perumahan (Maruarar Sirait, red.) mungkin mulai hari Minggu ini, kita sudah mulai membangun 2.000 rumah. Kemungkinan, rumah ini bisa langsung saja jadi rumah tetap,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah memiliki kecukupan anggaran untuk membiayai proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Menurutnya, upaya efisiensi dan pengendalian kebocoran anggaran memberikan ruang fiskal yang memadai.
“Justru karena kita laksanakan efisiensi, kita kurangi semua kemungkinan korupsi, kebocoran, kita punya uang sekarang,” kata Presiden.
Presiden juga menambahkan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan dana taktis operasional secara langsung kepada pemerintah daerah yang terdampak bencana. Penyaluran dana ini dilakukan di luar anggaran khusus pemulihan.
“Semua gubernur yang terdampak, langsung saya perintahkan untuk dikirim dana operasional taktis Rp20 miliar, semua bupati, wali kota di 52 kabupaten/kota yang terdampak, langsung saya kirim 4 miliar rupiah. Tiga hari setelah instruksi saya, uang sudah sampai di semua kabupaten,” ujar Prabowo.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa estimasi biaya perbaikan kerusakan akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp51,82 triliun.
Namun demikian, angka estimasi tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan korban dan kerusakan yang hingga kini masih terus diperbarui setiap harinya. (*)



