Suara Bersama

Pemasok Logistik dan Amunisi KKB Aibon Kogoya Ditangkap di Nabire

NABIRE, suarabersama.com – Aparat dari Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap lima orang yang diduga terlibat sebagai pemasok logistik dan amunisi bagi kelompok kriminal bersenjata pimpinan Aibon Kogoya di Papua Tengah.

Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intelijen yang berlangsung cukup lama. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Yusuf Sutejo, menyebut dua orang pertama yang diamankan berinisial PW alias PM dan PNW.

“Dari hasil pendalaman, salah satu pelaku diketahui telah beberapa kali bertemu kelompok tersebut untuk menyerahkan bahan makanan di lokasi berbeda,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Pengembangan Kasus Berlanjut

Sehari setelah penangkapan awal, aparat kembali mengamankan dua orang lainnya, yakni YW (28) dan LW (29), yang diduga hendak mengirimkan logistik kepada kelompok tersebut.

Dari serangkaian penindakan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, hingga perlengkapan pribadi. Selain itu, satu unit sepeda motor yang digunakan untuk distribusi logistik juga turut diamankan.

Peran Penghubung Amunisi Terungkap

Dalam pengembangan lebih lanjut, aparat juga menangkap seorang pria berinisial D alias LA yang diduga berperan sebagai perantara distribusi amunisi. Berdasarkan pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi melalui perantara kepada pihak tertentu.

Sudah Lama Dipantau

Menurut Yusuf, kelima orang tersebut bukan target dadakan, melainkan telah lama masuk dalam pemantauan aparat melalui jaringan intelijen.

“Prosesnya melalui tahapan penyelidikan mendalam, baik dari informasi lapangan maupun analisis teknis, hingga akhirnya ditemukan keterkaitan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh tindakan penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Pernyataan ini sekaligus untuk meluruskan informasi keliru yang beredar terkait proses penangkapan.

Komitmen Penegakan Hukum

Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan akan terus bertindak profesional dan transparan dalam menangani jaringan pendukung kelompok bersenjata di Papua, termasuk jalur distribusi logistik dan amunisi yang menjadi penopang aktivitas mereka. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + five =