Suara Bersama

PELNI Pastikan Pelayanan Lancar dalam Evakuasi Wisatawan Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Jakarta, Suarabersama.com – Penutupan bandara Komodo di Labuan Bajo selama lima hari sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki membuat banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terjebak di Labuan Bajo tanpa kepastian kapan bandara dibuka kembali. Sebagai alternatif, wisatawan yang ingin meninggalkan Labuan Bajo harus menggunakan kapal laut.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan pelayanan kapal penumpang dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan lancar untuk mengatasi lonjakan penumpang yang terdampak penutupan sementara Bandara Komodo akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Direktur Usaha Penumpang PELNI, Nuraini Dessy, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang dari Labuan Bajo sangat signifikan pasca letusan gunung yang terjadi beberapa hari lalu. “Sebagai contoh, KM Binaiya mengangkut 965 penumpang pada Rabu (13/11/2024) malam, yang jumlahnya lima kali lipat dari biasanya, yaitu sekitar 150 hingga 200 orang,” ungkap Dessy dalam siaran pers, Kamis (14/11). Lebih dari 400 penumpang yang diangkut adalah wisatawan asing, yang menambah kompleksitas penanganan evakuasi.

Untuk mengatasi lonjakan penumpang ini, PELNI memastikan pelayanan di atas kapal tetap memadai meskipun jumlah penumpang meningkat pesat. “Kami telah memberikan instruksi kepada kru kapal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama pelayaran,” tambah Dessy.

Sebagai bagian dari upaya evakuasi, kapal-kapal PELNI seperti KM Binaiya, KM Tilongkabila, dan KM Egon telah dikerahkan. KM Binaiya, yang berangkat dari Labuan Bajo pada Rabu (13/11/2024)  malam, akan singgah di Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Benoa, Bali. KM Tilongkabila dijadwalkan tiba di Labuan Bajo pada Jumat (15/11) dengan tujuan Makassar, sementara KM Egon telah lebih dulu mengevakuasi wisatawan pada Minggu (11/11) lalu.

Kepala Cabang PT PELNI Labuan Bajo, Benny Marganda Sinaga, menambahkan bahwa manajemen telah mempersiapkan diri untuk melayani lonjakan penumpang, baik melalui penjualan tiket di loket maupun melalui saluran digital seperti Pelni Mobile. “Kami bekerja sama dengan mitra perbankan untuk memastikan semua proses berjalan lancar,” ujar Benny.

(HP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =