Suara Bersama

Pasokan Chip Seret hingga Akhir Dekade, Harga Laptop dan Smartphone Berpotensi Melonjak

Jakarta, Suarabersama.com – Kelangkaan chip global diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Bahkan, krisis pasokan memori diprediksi dapat berlanjut hingga akhir dekade ini.

Ketua perusahaan semikonduktor SK Hynix, Chey Tae Won, memperkirakan kekurangan pasokan DRAM yang terjadi saat ini berpotensi bertahan hingga setelah tahun 2028 dan bahkan bisa berlanjut sampai 2030.

Prediksi tersebut jauh lebih lama dibanding perkiraan sejumlah analis sebelumnya yang memperkirakan krisis hanya berlangsung sekitar dua tahun seiring beroperasinya pabrik-pabrik baru.

Menurut Chey, peningkatan kapasitas produksi wafer membutuhkan waktu yang tidak singkat. Proses ekspansi produksi diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat hingga lima tahun sebelum dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Ia juga memperkirakan kekurangan pasokan wafer global bisa mencapai lebih dari 20 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Permintaan AI Picu Lonjakan Kebutuhan Chip

Salah satu faktor utama penyebab krisis chip adalah meningkatnya kebutuhan industri teknologi terhadap komponen memori berkecepatan tinggi.

Perusahaan-perusahaan teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan (AI) saat ini membutuhkan infrastruktur komputasi yang jauh lebih besar, termasuk pusat data generasi terbaru yang dilengkapi GPU berperforma tinggi.

GPU tersebut menggunakan memori berbandwidth tinggi atau High Bandwidth Memory (HBM), yang memerlukan jumlah wafer dalam produksi yang jauh lebih besar dibanding memori konvensional.

Di sisi lain, produsen chip seperti SK Hynix masih berupaya menstabilkan harga DRAM yang terus meningkat. Lonjakan harga ini juga berdampak langsung pada komponen RAM konsumen seperti DDR4 dan DDR5.

Dampak ke Industri Elektronik Konsumen

Krisis pasokan semikonduktor diperkirakan memberikan dampak besar bagi industri perangkat elektronik.

Kelangkaan komponen telah menyebabkan kenaikan harga serta penundaan peluncuran sejumlah produk teknologi baru, termasuk perangkat gaming dari Valve serta kartu grafis terbaru dari Nvidia.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran di sektor teknologi global. Lembaga riset memperkirakan pengiriman smartphone dan komputer pribadi dapat mengalami penurunan hingga 10 persen pada tahun 2026.

Penurunan tersebut disebabkan meningkatnya biaya komponen yang berdampak pada harga jual produk dan menekan daya beli konsumen.

Harga Gadget Mulai Naik

Sejak awal tahun, sejumlah produsen smartphone telah mulai menaikkan harga produk mereka di berbagai segmen pasar.

Kenaikan harga tersebut terjadi pada perangkat entry-level hingga flagship dengan rentang peningkatan harga mulai dari di bawah 10 persen hingga mencapai sekitar 25 persen.

Jika krisis chip terus berlangsung hingga akhir dekade, industri elektronik diperkirakan akan menghadapi tekanan harga yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 − 3 =