Suara Bersama

Pakar Nilai Mundurnya Kepala BAIS TNI Langkah Tepat dalam Kasus Andrie Yunus

JAKARTA , suarabersama.com — Keputusan Yudi Abrimantyo mundur dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menuai apresiasi dari kalangan pengamat.

Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.

“Ini langkah yang tepat sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan atas apa yang terjadi di institusinya,” ujar Selamat.

Sebelumnya, pengunduran diri Yudi disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyusul keterlibatan anggota BAIS dalam insiden yang menyebabkan korban mengalami luka bakar.

Menurut Selamat, keputusan tersebut menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kredibilitas institusi. Ia menilai, mundur dari jabatan merupakan langkah yang tidak terhindarkan agar citra TNI tidak semakin terdampak.

Ia juga menyinggung adanya rapat koordinasi antara Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI yang melibatkan sejumlah tokoh senior, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

Selamat menilai forum tersebut kemungkinan turut menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

“Daripada merusak institusi, pilihan paling logis memang mundur,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi militer di tengah sorotan kasus yang sedang bergulir. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =