suarabersama.com-Kelompok separatis bersenjata Papua yang menamakan dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuding aparat keamanan melakukan serangan dengan Helikopter di Distrik Gearek, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Melalui juru bicara mereka, Sebby Sambom, menyampaikan tudingan tersebut diperoleh melalui keterangan tertulis menyebutkan bahwa hal ini disampaikan berdasarkan laporan kelompoknya yang berada di lapangan. Dalam laporan itu dikatakan bahwa aparat keamanan Indonesia melakukan serangan udara menggunakan 3 (tiga) Helikopter melakukan penyerangan terhadap warga, pada Selasa (16/12/25)
Sebby Sambom, menyampaikan bahwa aparat keamanan Indonesia telah melakukan serangan dari udara menggunakan Halikopter sehingga menyebabkan warga merasa takut dan mengungsi, serangan itu sebenarnya telah terjadi sejak Jum’at (12/12/2025) sampai dengan sekarang, ucapnya.
Menurut Sebby, Serangan dan operasi militer yang dilakukan di pemukiman warga sipil telah mengakibatkan banyaknya warga Distrik Gearek mengungsi dan menyebabkan kerusakan terhadap harta benda, sehingga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI dan Kapolri agar segera menghentikan serangan.
Pihak kelompok separatis Papua hanya menuding bahwa aparat keamanan telah melakukan serangan udara menggunakan Halikopter, tetapi tidak adanya bukti korban dan hanya terdapat Helikopter terbang di udara. Helikopter terbang di Papua merupakan hal yang biasa karena hanya itu transportasi yang dapat digunakan aparat keamanan menuju daerah terisolir. (” “)



