Suara Bersama

Negara-negara Eropa Kompak Ogah Bantu Trump Kawal Selat Hormuz

Jakarta, suarabersama.com – Sejumlah negara Eropa menolak ajakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk terlibat dalam pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan Berlin belum berencana bergabung dalam operasi militer di kawasan tersebut. Ia menilai perlu ada kejelasan dari Amerika Serikat dan Israel terkait tujuan serta arah operasi sebelum langkah lanjutan ditentukan.

Pemerintah Jerman juga menilai konflik yang terjadi tidak berkaitan langsung dengan NATO. Sikap ini disampaikan melalui juru bicara Kanselir Friedrich Merz, yang menegaskan aliansi pertahanan itu tidak memiliki keterlibatan dalam konflik tersebut.

Inggris dan Sekutu Ikut Menahan Diri

Penolakan serupa datang dari Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut permintaan Washington bukan bagian dari agenda NATO dan tidak pernah direncanakan sebagai misi bersama. Meski demikian, London tetap membuka komunikasi dengan AS dan negara mitra terkait opsi terbatas, seperti penggunaan drone untuk mendeteksi ranjau laut.

Dari Belanda, Perdana Menteri Rob Jetten menilai operasi militer di Selat Hormuz akan sulit dilakukan dalam waktu singkat. Sementara itu, Italia melalui Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menegaskan negaranya tidak terlibat dalam misi angkatan laut yang berpotensi meluas ke kawasan tersebut.

Negara lain seperti Lituania dan Estonia menyatakan masih mempertimbangkan permintaan AS, namun menekankan pentingnya kejelasan detail misi sebelum mengambil keputusan. Adapun Denmark melalui Menteri Luar Negeri Lars Løkke Rasmussen meminta Eropa tetap terbuka, meski tidak mendukung konflik yang dipicu AS dan Israel terhadap Iran.

Tekanan dari Washington

Sebelumnya, Donald Trump meminta dukungan dari negara-negara Eropa dan juga China untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ia beralasan kawasan tersebut sangat vital bagi jalur energi global dan menguntungkan banyak negara.

Trump bahkan memperingatkan bahwa penolakan dari sekutu Eropa dapat berdampak pada masa depan NATO. Ia juga melontarkan tekanan kepada Beijing dengan mengaitkan kerja sama tersebut dengan rencana pertemuannya bersama Presiden Xi Jinping.

Meski demikian, hingga kini mayoritas negara Eropa memilih menahan diri dan mendorong pendekatan diplomatik dibanding keterlibatan militer langsung di kawasan yang tengah memanas tersebut. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − eight =