Suara Bersama

Menlu China konsolidasi langkah lanjutan dengan Iran, Oman dan Prancis

Jakarta,Suarabersama.com –  Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan panggilan telepon pada Senin (2/3) malam dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, Menlu Oman Badr Albusaidi dan Menlu Prancis Jean-Noel Barrot terkait situasi Timur Tengah terkini.

“Wang Yi juga menyampaikan bahwa China telah mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, serta mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah,” demikian disebutkan dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Selasa.

Ia menyatakan keyakinan bahwa di tengah situasi yang berat dan kompleks saat ini, Iran mampu menjaga stabilitas nasional dan sosial, memahami dari negara-negara tetangga, serta menjamin keselamatan warga negara dan lembaga China di Iran.

Wang Yi juga menegaskan bahwa China menghargai persahabatan tradisional China-Iran, mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya.

Sementara Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru situasi kawasan dan menyatakan bahwa AS untuk kedua kalinya melancarkan perang terhadap Iran di tengah berlangsungnya perundingan Iran-AS.

 

“Perundingan putaran ini telah mencapai kemajuan positif, namun tindakan AS melanggar seluruh hukum internasional dan telah melewati garis merah Iran. Iran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pembelaan diri secara penuh,” ungkap Aragchi.

Sedangkan dalam pembicaraan dengan Menlu Badr Albusaidi, Wang Yi mengungkapkan Oman telah secara aktif melakukan mediasi guna mendorong perundingan Iran-AS dan telah melakukan banyak upaya demi menjaga perdamaian kawasan, tapi di tengah kemajuan perundingan, AS dan Israel dengan sengaja memicu perang terhadap Iran, yang jelas bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB.

“Prioritas utama saat ini adalah segera menghentikan operasi militer, mencegah meluasnya konflik, dan menghindari situasi jatuh ke titik yang tidak dapat dipulihkan. China mendesak semua pihak untuk melakukan upaya bersama demi tujuan tersebut serta mendukung Oman untuk tetap pada niat awalnya dan melanjutkan upaya perdamaian,” kata Wang Yi.

Wang Yi menambahkan bahwa China menghargai tuntutan sah negara-negara Teluk dan mendukung negara-negara Teluk dalam menjaga kedaulatan serta keamanan nasional mereka.

“Meluasnya perang tidak sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang negara-negara Teluk, China berharap negara-negara Teluk memperkuat kemandirian dan otonomi, menentang campur tangan eksternal, mengembangkan hubungan bertetangga yang baik, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, serta benar-benar memegang masa depan dan nasib mereka di tangan sendiri,” tegas Wang Yi.

 

Sementara Menlu Badr menyayangkan AS dan Israel yang justru meninggalkan hasil perundingan yang telah dicapai dan melancarkan perang.

“Apabila perang ini terus berlanjut, akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan kerugian harta benda. Saat ini semua pihak harus bersama-sama mendorong gencatan senjata dan penghentian konflik secepat mungkin,” ungkap Badr.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China, kata Badr, secara konsisten berpegang pada tujuan dan prinsip Piagam PBB serta merupakan kekuatan positif yang dapat diandalkan.

“Dalam momen yang sensitif dan situasi yang kompleks saat ini, Oman berharap China memainkan peran penting. Oman juga akan sepenuhnya menjaga keselamatan warga negara dan lembaga China di Oman,” tambah Badr.

Tak ada standar ganda

Selanjutnya dalam pembicaraan dengan Menlu Jean-Noel Barrot, Wang Yi kembali menegaskan posisi China dan menekankan bahwa komunitas internasional harus menentang setiap tindakan yang melanggar hukum internasional serta tidak boleh menerapkan standar ganda.

 

“Negara besar tidak boleh bertindak sewenang-wenang menyerang negara lain dengan mengandalkan keunggulan militer, dan dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik,” ungkap Wang Yi.

Wang Yi berharap pihak Prancis mempertahankan posisi objektif dan adil, bersikap tenang dan rasional, serta bersama China mendorong situasi berkembang ke arah yang lebih mereda dan bersama-sama menjaga norma dasar hubungan internasional.

Sedangkan Barrot memaparkan pandangan Prancis mengenai situasi Timur Tengah saat ini dan menekankan bahwa Prancis dan China sama-sama merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki tanggung jawab khusus dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

“Operasi militer AS dan Israel terhadap Iran tidak dikonsultasikan dengan Dewan Keamanan PBB dan tidak memperoleh otorisasi Dewan Keamanan. Saat ini semua pihak perlu bersama-sama mendorong penurunan eskalasi situasi dan menyelesaikan isu nuklir Iran serta persoalan terkait lainnya melalui perundingan,” ungkap Barrot.

China, kata Barrot, memiliki hubungan baik dengan Iran maupun negara-negara kawasan Teluk sehingga Prancis berharap dapat bekerja sama dengan China untuk memainkan peran positif dalam meredakan situasi kawasan.

 

AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2) yang menyebakan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah”.

Selain menewaskan Khamenei, agresi militer itu juga menewaskan petinggi militer lainnya yaitu Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mohammad Pakpour, Kepala Staf militer Iran Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.

Teheran merespons dengan melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk. Tiga personel militer AS dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius

Bulan Sabit Merah Iran, Senin (2/3) menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai 555 orang.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 15 =