Suara Bersama

Menhan Bentuk Satgas Kuala untuk Tangani Pendangkalan Sungai di Aceh

Jakarta, suarabersama.com – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk menangani pendangkalan sungai dan muara di wilayah Aceh pascabencana banjir. Pembentukan satgas ini ditujukan untuk mempercepat proses pengerukan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber air di kawasan muara.

Keputusan tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian serta lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). “Satgas Kuala sudah kita bentuk,” ujar Sjafrie dalam keterangan pers, Jumat (2/1/2026). Menurut Sjafrie, pembentukan satgas dilakukan setelah berkoordinasi dengan pimpinan TNI. Satgas Kuala memiliki dua fokus utama, yakni pendalaman muara sungai dan pemanfaatan air di kawasan kuala.

Ia menjelaskan, satgas akan memasang sistem pengolahan air untuk memanfaatkan air muara agar layak digunakan. “Air yang ada di kuala akan diambil, diolah, dan dijernihkan,” katanya. Satgas Kuala direncanakan mulai beroperasi dalam dua pekan ke depan, dengan titik awal kegiatan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana normalisasi sungai-sungai di Aceh melalui jalur laut dan meminta agar program tersebut dijalankan sebagai operasi berskala besar. Ia menilai penanganan pendangkalan sungai merupakan pekerjaan teknik besar yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Prabowo meminta Kementerian Pertahanan dan TNI untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah serta melibatkan para ahli teknik dari berbagai institusi, termasuk BUMN karya, Kementerian PUPR, hingga perguruan tinggi dan perusahaan berpengalaman di bidang pengerukan. Menurut Presiden, keterlibatan pihak yang memiliki keahlian dredging sangat penting agar proses normalisasi sungai dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =